Bantu Pemerintah, YMMA Asahan Sosialisasikan Perilaku Hidup Sehat dari Tuberkolosis
2 min read
Intipos.com, Asahan – Dari sekian banyak penyakit menular yang mematikan, WHO menempatkan Tuberkulosis menjadi penyakit yang berada di peringkat 1 sebagai penyakit menular paling mematikan.
Di Indonesia, saat ini berada di peringkat ketiga dengan jumlah penderita tuberkulosis (TBC) tertinggi di dunia setelah India dan China.
Oleh sebab itu, Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA) Asahan hadir bersama 25 orang kader TBC untuk membantu pemerintah dalam mengatasi penyakit menular itu melalui acara Sosialisasi dan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dari TBC.
Baca juga: https://intipos.com/bapemperda-dprd-sumut-konsultasi-soal-pengelolaan-sampah-ke-pemkab-asahan/
Acara sosialisasi yang digelar di Panti Asuhan Muhammadiyah itu juga dihadiri Wakil Supervisor Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan Nova Sri Mugiawati, dan juga Ketua Pimpinan Daerah Asahan (PDA) Ibunda Sumiati.
Ketua YMMA Asahan Nurul Huda mengatakan acara itu mengangkat tema “Setiap Detik Berharga Selamatkan Bangsa dari Tuberkulosis”, yang merupakan tema nasional pada Hari Tuberkulosis Sedunia 2021.
Hal itu, kata Nurul menjadi pengingat bahwa tidak banyak waktu yang kita miliki untuk mencapai target eliminasi TBC 2030.
“Cita-cita ini tidak hanya untuk mewujudkan masyarakat bebas TBC namun juga untuk melindungi anak-anak dari bahaya tuberkulosis. Anak-anak merupakan kelompok rentan yang dapat dengan mudah terpapar bakteri TBC,” kata Nurul Huda selaku Ketua YMMA Asahan, Selasa (27/4/2021).
Mengingat pentingnya pencegahan TBC bagi anak, Nurul juga mengedukasi bagaimana etika batuk dan bersin yang benar, serta memotivasi anak-anak untuk tetap melakukan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan membuang sampah pada tempatnya, dan selalu makan-makanan yang bergizi.
Ditempat yang sama, Sumiati, selaku Ketua PDA Asahan menyebutkan bahwa organisasi wanita Muhammadiyah, Aisyiyah, telah bersinergi dengan Global Fund sejak tahun 2018. “Hingga kiniYayasan Mentari Meraki Asa yang meneruskan program eliminasi TBC ditahun 2021 hingga 2023,” kata Sumiati.
Sementara, Nova Sri Mugiawati Wakil Supervisor Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan saat mengisi materi tentang tuberkolosis menjelaskan virus Covid-19 dan tuberkolosis memiliki gejala yang sama, namun estimasi pengobatan yang berbeda. Dan dia juga mengingatkan untuk saling memperhatikan lingkungan sekitar.
Kemudian, Acara dilanjutkan dengan acara skrining tes TBC oleh kader-kader YMMA terhadap anak-anak panti Asuhan Putri sebanyak 36 orang.
Hasil skrining belum membuktikan bahwa ada anak yang positif TBC melihat beberapa aspek belum mengarah kepada pembuktian, maka kader meninggalkan pot dahak bagi anak panti yang batuk kemudian akan di tindak lanjuti oleh Puskesmas terdekat untuk membuktikan positif atau tidaknya, jika terbukti positif akan didampingi kader TBC YMMA .
Kegiatan penutupan diakhiri dengan YMMA memberikan bantuan nutrisi seperti susu, telur, vitamin, energen. Dinkes Asahan memberikan masker ke Panti Asuhan.(Red)
