Aspal Cepat Rusak, PPK Sebut Banyak Faktor, Bungkam Saat Ditunjukkan Video Pengaspalan
2 min read
Video screenshot
Bone | Intipos.com – Ruas Jalan Langsat–Jalan Rambutan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang dinyatakan rampung pada akhir Desember 2025, dilaporkan telah mengalami kerusakan di sejumlah titik pada Juni 2026 atau sekitar enam bulan setelah selesai dikerjakan.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Ilham Jaya Anugrah dengan nilai kontrak Rp10.963.250.845. Proyek yang didanai Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025 itu dikerjakan selama 180 hari kalender untuk rehabilitasi sejumlah ruas jalan di Kota Watampone.
Menanggapi munculnya kerusakan, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas BMCKTR Bone, Jumran, mengatakan kerusakan hanya terjadi di sebagian titik dan tidak mencerminkan kegagalan konstruksi secara keseluruhan.
“Masih ada masa pemeliharaan sampai akhir 2026,” kata Jumran, Senin (29/6/2026). Saat proyek berlangsung, ia juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Menurutnya, pihak penyedia akan diminta segera melakukan pengecekan dan memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan sebelum masa pemeliharaan berakhir.
“Kami suruh benahi sebelum habis masa pemeliharaannya. Itu berlaku untuk semua ruas yang belum FHO,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah masa pemeliharaan berakhir, tanggung jawab pemeliharaan beralih kepada pengguna jasa.
Saat ditanya apakah kerusakan yang muncul dalam waktu singkat mencerminkan rendahnya kualitas pekerjaan, Jumran membantah. Menurutnya, terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan kerusakan jalan pascapelaksanaan proyek.
“Tetap dikontrol. Saya punya konsultan, pengawas, dan tim teknis,” katanya.
Namun, setelah diperlihatkan potongan video berdurasi 17 detik yang menunjukkan proses pengaspalan saat badan jalan masih basah usai diguyur hujan, serta ditanya mengenai peran konsultan, pengawas, dan tim teknis saat pekerjaan berlangsung, Jumran memilih tidak memberikan tanggapan.
Pada Kamis (2/7/2026), Jumran kembali dikonfirmasi terkait sorotan terhadap rekam jejak kontraktor, mulai dari ambruknya talud hingga kerusakan jalan yang terjadi dalam waktu singkat. Sebagaimana diketahui, kontraktor yang diduga sama mengerjakan proyek rehabilitasi Jalan Perintis serta ruas Jalan Langsat–Jalan Rambutan.
“Iya kan sudah ada penjelasannya di masing-masing kejadian, baik yang di DPRD maupun di Jalan Langsat dan semuanya sudah ditangani dengan baik oleh kontraktornya,” ujar Jumran.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah munculnya pertanyaan publik mengenai kualitas pelaksanaan proyek serta efektivitas pengawasan terhadap pekerjaan infrastruktur yang dibiayai menggunakan anggaran pemerintah.
(RS-Intipos)
