Alat Berat Kembali Beroperasi, TNI Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Luwu
2 min read
Luwu | Intipos.com – Komandan Korem 141/Toddopuli, Kolonel Inf Robinson Tallupadang, memerintahkan penertiban aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Penertiban dilakukan setelah masyarakat melaporkan kembali beroperasinya alat berat di kawasan hulu sungai.
Operasi penertiban berlangsung pada Kamis siang, 10 September 2026, dan dipimpin jajaran Kodim 1403/Palopo. Lebih dari 60 personel TNI dikerahkan di bawah komando Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro.
Robinson mengatakan penertiban tambang emas ilegal tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, aktivitas pertambangan tanpa izin berpotensi merugikan masyarakat sekaligus merusak lingkungan.
Laporan warga mengenai kembali beroperasinya alat berat di kawasan hulu sungai menjadi dasar jajaran Kodim 1403/Palopo melakukan operasi penertiban.
Di lokasi, petugas tidak menemukan penambang maupun pemilik alat berat. Namun, personel mengamankan kunci kontak dan menggembok sembilan unit ekskavator yang berada di area penambangan.
Selain ekskavator, petugas mengamankan 17 jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang digunakan untuk operasional alat berat.
Petugas juga membongkar sembilan unit talang penyaringan emas berukuran besar yang digunakan dalam aktivitas penambangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah aktivitas pemurnian emas yang diduga ilegal kembali beroperasi.
Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro mengatakan personel TNI akan terus berjaga di lokasi.
“Personel TNI akan terus berjaga di lokasi tambang ilegal tersebut. Ini untuk mencegah para penambang kembali melakukan aktivitas, terutama pada malam hari,” tegas Windra.
Rekam Jejak Robinson Ungkap Sindikat Passobis
Sebelum menjabat sebagai Komandan Korem 141/Toddopuli, Kolonel Inf Robinson Tallupadang juga memiliki rekam jejak dalam pengungkapan kasus penipuan daring atau passobis.
Saat menjabat Asisten Intelijen (Asintel) Kasdam XIV/Hasanuddin, Robinson memimpin Tim Khusus Intelijen Kodam XIV/Hasanuddin dalam operasi pengungkapan sindikat penipuan daring di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada April 2025.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan intelijen berhasil mengungkap jaringan passobis dan mengamankan puluhan orang yang diduga memiliki peran berbeda dalam sindikat penipuan daring.
(RS-intipos)

