Akhirnya Jenazah Argo Prasetyo Tiba Dikediamannya Usai Tertahan 46 Hari di Kamboja
2 min read
LANGKAT – Seorang pemuda asal Langkat, Sumatera Utara tewas di setelah ditemukan dengan luka Lebam di sekujur tubuhnya di daerah Krong Bavet, perbatasan antara Vietnam dan Kamboja pada Selasa, 30 September 2025.
Jenazah korban, Argo Prasetyo (25 tahun) telah tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Jumat, 14 November 2025.
“Jenazah kan sudah terlalu lama ya di sana, dari keluarga kayaknya sudah engga mau autopsi lagi, mau langsung dikebumikan saja,” kata adik korban, Ega Prasetya, dikutip dari KUMPARAN.
Pihak keluarga didampingi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Sumatera Utara dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumut dalam penyerahan jenazah dari Terminal Kargo Bandara Kualanamu.
Anggota DPD RI Provinsi Sumut, Pendeta Penrad Siagian mengatakan, proses pemulangan jenazah Argo dibantu oleh Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Kamboja.
“Mereka yang saya minta bantuan dalam proses pemulangan jenazah, Alhamdulillah bisa terjadi pada hari ini,” ujarnya.
Menurut Penrad, pemulangan jenazah Argo membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan setelah Argo dinyatakan meninggal dunia di Kamboja.
“Sejak almarhum meninggal dunia hampir mau dua bulan, 46 hari setelah almarhum meninggal. Jadi prosesnya agak panjang memang, karena kita tahu almarhum ini menjadi PMI (pekerja migran Indonesia) yang masuk secara ilegal di Kamboja,” paparnya.
Pemulangan jenazah Argo mengeluarkan biaya sekitar Rp 140 juta. Pihak Kemenlu, Dubes, dan sejumlah pihak turut membantu biaya tersebut.
“Tapi ada banyak pihak Kemenlu, pihak kedubes dan teman-teman banyak yang bantu untuk memulangkan jenazah itu,” imbuh Penrad.
Penrad menegaskan proses hukum atas kematian Argo masih terus berjalan dengan menuntut perusahaan scam yang diduga melakukan penganiayaan.
“Saya sudah berkomunikasi dengan pihak Kemenlu dan juga pihak kedubes kita, KBRI di Kamboja. Jadi kita sedang menggugat perusahaan atau orang-orang yang mengakibatkan meninggalnya almarhum Argo ini di sana akibat kekerasan. Jadi kita sudah melaporkan ini, pihak KBRI kita sudah melaporkan ke pihak yang berwajib di Kamboja,” pungkasnya.
