Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Dua Hari Hilang, Pemuda Di Pacitan Ditemukan Mengapung Di Dermaga Tamperan

2 min read
Tamperan

INTIPOS | PACITAN –Masyarakat Pacitan digegerkan dengan penemuan mayat seorang pemuda di perairan Tamperan, Kecamatan Pacitan.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan, Penemuan jenazah seorang pria, diketahui korban bernama Haviz (20 tahun) yang sehari-hari tinggal bersama neneknya di RT/RW 02/II, Dusun Pakel, Desa Karanganyar, Kecamatan Kebonagung,

Penemuan mayat tersebut berawal dari informasi para nelayan yang mengetahui ada jenazah mengapung dilaut dan memberitahukan kepada keluarga korban yakni Anwar Efendi.

“Ya benar ada penemuan mayat di perairan Tamperan, dan sudah kita dievakuasi,”katanya kepada pewarta saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2020) siang.

baca juga : Buka Rakor Korbinmas – ABUJAPI, Kabaharkam Polri Singgung Kesejahteraan dan Pemuliaan Profesi Satpam

Lebih lanjut Didik menjelaskan, setelah mendapatkan informasi tersebut Anwar Efendi (Keluarga Korban_red) bersama anggota Pos Kamladu Pacitan kemudian mendatangi lokasi.

“Dan setelah sampai di lokasi, diketahui ada sosok jenazah tengkurap yang setelah diidentifikasi adalah Havis. Jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD dr Darsono Pacitan,”jelasnya

Menurut keterangan Anwar Efendi yang merupakan keluarga korban, sebelum ditemukan meninggal dunia, Havis meninggalkan rumah sejak hari Selasa (13/10/2020) sekitar pukul 17.30 WIB.

Sekira pukul 18.30 WIB, Havis membuat status di aplikasi WhatsApp Massanger (WA) dengan bunyi sebagai berikut: “aku pamit lur ngaturaken pangapuro nk dwe salah pakel karang anyar pacitan, selamat tinggal dermaga pacitan.”

baca juga : https://siberindo.co/15/10/2020/kejagung-telusuri-dugaan-keterlibatan-willem-wandik-di-korupsi-bansos/

“Setelah kejadian hilangnya Havis tersebut, Kami keluarga melakukan pencarian hingga Rabu (14/10/2020) malam. Namun belum juga ditemukan, hingga akhirnya pada Kamis siang, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,”ujarnya sambil menyeka air matanya.

Anwar juga mengatakan, korban pada tahun 2018 sempat menghilang di hutan higga berhari-hari dilakukan pencarian.

“Setelah itu pada tahun yang sama juga yaitu 2018, Havis juga pernah dirawat di RSJ Solo, dimana sampai saat ini masih diberikan obat jalan,”pungkasnya.

Saat di temukan,korban mengunakan celana jeans hitam pendek dan kaos warna hitam bertuliskan Nevada.(tyo)