Wartawan Terima Ancaman Usai Beritakan Praktik Prostitusi di Kost Pelangi
2 min read
SIANTAR | INTIPOS – Salah satu wartawan terima ancaman dari orang tak dikenal usai memberitakan soal maraknya praktik prostitusi online lewat aplikasi Michat di kost pelangi, Jalan Sinar Ujung, Bukit Sofa, Siantar Sitalasari, Pematangsiantar.
“Apa kau. Tak perlu kau tau aku siapa, intinya kau usik adekkan ku,” papar orang tak dikenal yang diduga salah satu penghuni kost pelangi yang tak senang terkait pemberitaan.
Menggunakan nomor Whattsap dengan nomor 083845961064, penghuni kost ini juga memaki wartawan dengan bahasa yang sangat kotor.
“Kont** kau buja**, uda apa kali kau rupanya? Kutunggu,” isi chattnya yang masuk ke Whattsap wartawan seraya menuding parsabu, Senin (18/7/22) malam sekira jam 23.36 WIB.
Selain itu, dia yakin bisa membunuh wartawan. Bahkan, dia juga akan menunggu waktu yang tepat.
“Tunggu aja bagian mu. Happy2 lah dulu kau. Tanpa aku yg bunuh kau. Mati mu pun ntah Cemana, Lihat ajalah nanti,” cetusnya lagi.
Namun, saat dihubungi beberapa kali melalui sambungan telepon, penghuni kost yang keberatan itu tak mengangkat dan tidak mengasih tau identitas nya.
Terpisah, Fatima, selaku pemilik Kos Kosan pelangi tersebut belum berhasil dikonfirmasi karena nomor telepon nya sudah tidak aktif.
Sebelumnya, maraknya prostitusi online bukan hanya terjadi di hotel ataupun penginapan. Namun, sudah menyasar sampai ke Kos Kosan. Hal ini terjadi setelah maraknya aksi razia yang dilakukan kepolisian.
“Mungkin karena di penginapan atau hotel sering razia. Jadi, mereka pilih tempat aman, makannya cari kos,” paparnya warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kos kosan.
Warga yang minta identitasnya ditutupi dan tinggal tak jauh dari kos kosan Pelangi Jalan Sinar Ujung, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar ini misalnya.
Dia membeberkan, disana (Kos Pelangi), untuk praktek prostitusi bisa dilakukan melalui aplikasi Michat.
“Ada beberapa cewek disana bisa Sor time (bersetubuh). Perjam, harganya Rp 300 ribu,” sebut warga yang mengaku sudah resah setelah mengetahui adanya aksi prostitusi tersebut.
Dikatakan, selain bisa mengerjakan aksi bejat, disana juga bisa memboking cewek untuk menemani minum alkohol atau disebut Homses.
“Banyak lelaki ntah dari mana aja datang kesana, kalau sudah jam 23.30 WIB, uda bising lah itu musik dugem,” ketus warga ini yang menemui wartawan, Minggu (17/7/22) sore jam 16.00 WIB. (ARV)
