Gubsu Belum Temukan Kasus Hepatitis Misterius di Sumut
2 min read
Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi menyatakan sejauh ini masih belum ditemukan kasus positif hepatitis misterius di Sumut
Medan | intipos.com – Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi menyatakan sejauh ini masih belum ditemukan kasus positif hepatitis misterius di Sumut. Namun ada dua anak bergejala, seorang meninggal dan seorang sedang dilakukan observasi.
“Kalau kasus positip sejauh ini belum ditemukan di Sumut,” ujar Gubsu menjawab Mimbar di Medan, Selasa (10/5) seraya mengakui di Sumut telah dibentuk tim untuk memantau keberadaan virus ini.
Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis mengemukakan meski belum positip namun Provinsi Sumatera Utara telah melakukan observasi terhadap 2 anak bergejala mirip hepatitis misterius dan seorang diantaranya telah meninggal dunia sepuluh hari yang lalu.
Ismail mengatakan, kedua anak tersebut sebelumnya menjalani perawatan di 2 rumah sakit. Namun seorang diantaranya meninggal 10 hari lalu dan hasil observasinya belum keluar, sedangkan yang seorang lagi sampelnya sudah dikirim ke Universitas Indonesia (UI) Jakarta.
“Tadi ada anggota Kabid P2P melaporkan ini masih diteliti. Ada anak dari dua rumah sakit katanya, tapi lagi diteliti dokter anak, belum dipastikan. Mirip masih, mirip, belum ada kepastiannya, namun seorang meninggal dunia sekira 10 hari lalu,” ujarnya menjawab konfirmasi wartawan.
“Nanti kalau udah baru kami rilis. Dua anak, tapi belum ada secara tertulis dari dokter anak,” ujar Ismail lagi.
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi juga mengatakan secara umum masih belum ditemukan kasus positif hepatitis misterius di Sumut sejauh ini.
“Ini yang belum ada kepastian, tetapi sudah terjadi tiga orang di Indonesia. Penyebabnya virus, sedang dipelajari,” ujar Edy.
Untuk di Sumut, kata Edy, sudah dibentuk tim yang dipimpin dr Zainal dari RSUPH Adam Malik. Tim sudah bekerja untuk memastikan keberadaan virus itu di Sumut, sekaligus melakukan langkah-langkah antisipasi.
“Makanya tetap gunakan masker, tetap bersihkan diri kita. Sehingga kalo itu berupa virus, tapi terkhusus kepada anak-anak kita, ini yang harus kita jaga,” ujar Edy. (01)
