Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Wali Kota Medan Respon ‘Warning’ Presiden Soal Covid-19

3 min read
Wali Kota Medan dan jajarannya merespon sungguh-sungguh peringatan (warning) dari Presiden RI Joko Widodo

Intipos.com, Medan – Wali Kota Medan dan jajarannya merespon sungguh-sungguh peringatan (warning) dari Presiden RI Joko Widodo agar seluruh kepala daerah mewaspadai potensi kenaikan kasus Covid-19 pasca Lebaran.

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM  bersama Wakil Wali Kota H Aulia Rachman SE tampak serius menyimak setiap perintah atau peringatan Presiden itu saat mereka mengikuti Pengarahan Presiden kepada kepala daerah seluruh Indonesia secara virtual, Senin (17/5/21) berkaitan penanganan Covid pasca Lebaran.

Jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang hadir termasuk Forkopimda Medan mengemukakan siap menindaklanjuti arahan Presiden dimaksud khususnya program-program krusial yang harus terus didisiplinkan seperti program 5M yakni budaya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas serta Ubah Laku protokol kesehatan (prokes) berjalan baik.

Baca juga: https://intipos.com/wali-kota-medan-dan-bws-bertemu-bahas-solusi-atasi-permasalahan-banjir-di-medan/

Para pejabat inti yang merupakan staf yang membantu Wali Kota Medan memberhasilkan perintah-perintah Presiden seperti Sekda Medan Ir Wiriya Alrahman MM dan para Asisten Setdako Medan serta jajarannya yang juga hadur pada momen virtual ini juga mengemukakan siap mendukung arahan-arahan itu terutama tentang penerapan 3T (testing, tracing dan treatment) yang merupakan indikator kapasitas respon.

Baca Juga  Sepatu Bunut hingga Kerupuk Kulit Pisang Jadi Primadona di Paviliun Pemkab Asahan PRSU ke-50

Sebagaimana disebutkan Presiden bahwa semakin banyak testing semakin baik dan hal yang ditekankan Presiden adalah tracing dengan kriteria kontak 15 menit dalam jarak 1 meter.

“Ini hati-hati. Kalau ada satu orang yang positif, harus dilacak betul, dia kontak dengan orang lain lebih dari 15 menit dan jarak minimal 1 meter. Harus dicek betul,” tegas Presiden mengingatkan secara virtual agar kepala daerah juga hati-hati terhadap varian baru Covid-19.

Intinya pengarahan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mewaspadai potensi kenaikan kasus Covid-19 pada pasca Lebaran mendapat perhatian sungguh-sungguh oleh jajaran Pemko Medan.

“Meskipun kita telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik, tadi pagi saya mendapatkan data, terdapat sekitar 1,5 juta orang yang mudik dalam kurun waktu 6 sampai 17 Mei,” ucap Presiden saat memberikan pengarahan dimaksud.

Presiden berharap, kasus aktif Covid-19 pasca Lebaran tahun ini tidak sebesar tahun lalu. Dikatakannya, saat ini sudah terjadi penurunan kasus aktif. Pada 5 Februari 2021 lalu jumlah kasus aktif sebanyak 176 ribu dan sekarang telah turun menjadi 90.800. “Ini yang harus kita tekan, agar semakin turun dan turun. Harus ada konsistensi dan ketahanan,” pesan Presiden.

Baca Juga  Ketua DPRD Kota Medan Terima Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Johor

Baca juga: https://indocybernews.com/smsi-sumut-salurkan-bingkisan-lebaran-bagi-seluruh-anggota/

Dalam arahannya, Presiden juga menyebutkan 15 provinsi yang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19. Kelimabelas provinsi itu adalah Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Babel, DKI Jakarta, Maluku, Banten, NTB, Malut, Kalteng, Sulteng, Sulsel dan Gorontalo.

Presiden juga memaparkan data tentang Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit. Secara nasional, terang Presiden, BOR saat ini di posisi yang baik, yaitu 29 persen.

“Tapi ada beberapa provinsi yang di atas 29 persen dan ada yang masih di atas 50 persen. Tolong semua gubernur, bupati, wali kota, tahu angka-angka ini. Tiga provinsi hati-hati, Sumut BOR-nya 58 persen, Kepri BOR-nya 53 persen, dan Riau BOR-nya 52 persen,” ungkap Presiden.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan tentang perekonomian. Presiden mengatakan, seluruh kepala daerah memiliki tanggung jawab yang sama dalam menaikkan pertumbuhan ekonomi nasional. Ditegaskannya, target pertumbuhan ekonomi pada kwartal kedua tahun ini harus di atas 7 persen.

“Indikasi ke arah sana ada. Tergantung kerja keras kita bersama,” sebut Presiden. (Zul/ 01)