Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Berharap Anak Tak Susah, IRT Medan Deli Serahkan Bayi ke Kenalan TikTok, Malah Hilang & Kontak Diblokir

3 min read

MEDAN – Gegara sering ribut sama suami karena tidak memiliki pekerjaan (pengangguran) seorang IRT berinisial LB (21) warga Kecamatan Medan Deli memberikan bayinya kepada seseorang yang dikenalnya di media sosial tiktok berinisial SS, keinginan LB agar anaknya tidak susah malah menjadi bencana, pasalnya pada kesepakatan pertama menurut LB, SS berjanji bahwa ia dapat bertemu dengan anaknya kapanpun LB mau. Namun janji tinggal janji, saat dihubungin SS oleh LB, nomor handphone SS tidak dapat dihubungi lagi dan bahkan diblokir.

Menurut keterangan LB kepada WahanaNews.co, ia mengaku penyebab ia memberikan bayi tersebut untuk diadopsi ke SS lantaran permasalahan ekonomi dikarenakan Suaminya beberapa bulan tidak bekerja.

“Suamiku tidak bekerja beberapa bulan sebelum melahirkan dan kami kerap bertengkar dikarenakan permasalahan ekonomi, aku berpikir jika nanti anakku lahir bagaimana kehidupannya nanti, tiga bulan sebelum melahirkan ada akun tiktok yang terlihat oleh ku bahwasanya akun yang tidak ada namanya hanya memiliki profil nya kupu kupu hendak mencari anak untuk diadopsi,” ungkapnya.

“Lalu saya Direct massangger (DM) akunnya, kalau pemilik akun itu meminta no WhatsApp ku, lalu kuberikan dan kami berbicara melalui WhatsApp, di WhatsApp tersebut ia mengaku berinisial SS,” imbuhnya.

Dari perkenalan tersebut menurut pengakuan LB hanya beberapa melakukan komunikasi via WhatsApp. Dan pada hari pertama kelahiran bayinya, LB mengaku dihubungi oleh SS.

“SA bertanya sama saya, ‘uda lahiran kak?’ saya jawab ‘uda’, baru SS tanya lagi ‘kapan bisa saya jemput’, lalu saya jawab ‘nanti kak, aku belum pulang dari rumah sakit’, terus dia tanya ‘pulangnya kapan?’ saya bilang ‘tanggal 27 kak’, awalnya saya ingin mengurungkan niat saya untuk memberikan anak saya kepadanya, namun setelah pulang dari rumah sakit saya dan suami bertengkar lagi,” akunya

Baca Juga  Mangkir Sidang Kasus Smart Board Rp29 Miliar karena Umrah, FORPEDA Minta Faisal Hasrimy Kooperatif

“Akhirnya niat yang tadi saya urungkan kan saya batalkan dan say berniat untuk memberikan anak saya kepada SS, kebetulan SS dihari kedua pasca melahirkan menghubungi saya lagi dan akhirnya kami sepakat untuk bertemu,” tambahnya.

Menurut LB ia sudah menyampaikan hal itu kepada suami nya, namun di tolak atau tidak disetujui anak tersebut diberikan sama orang lain.

“Aku berbohong sama suamiku, kubilang anak ku akan kuberikan ke saudara dari ibu kandung ku, padahal aku berikan kepada SS, saat itu suamiku tak setuju karena kata suamiku aku masih sanggup untuk membesarkan nya, karena kulihat dia tidak perubahan aku bersikukuh untuk memberikan nya,” ucapnya.

Lanjut LB, sekitar pukul 1:00 WIB dinihari, tepat nya hari Senin (29/6/2026) ia dijemput oleh SS dan bersama kedua temannya, lalu mereka pergi dengan mengendarai mobil menuju ke arah Jalan Jamin Ginting tepat nya di hotel Borobudur.

“Sesampainya di hotel Borobudur, saya bersama SS tinggal di Hotel tersebut, kedua teman SS membawa anak saya, menurut SS waktu saya tanya kemana anak saya dibawa, ia menjawab ke rumah mertuanya dekat sini,” ujarnya.

Tak lama kemudian, kurang lebih 30 menit kedua temannya datang kembali tanpa Mambawa anak saya, dan SS memberikan uang kepada LB.

Baca Juga  Bupati Syah Afandin Dukung KNPI Jadi Pemersatu Pemuda Langkat

“Aku sempat bertanya ini uang apa? SS menjawab ini uang untuk pemulihan pasca kelahiran, karena saya waktu melahirkan melalui cecar, lalu mereka pergi dari kamar, dan keesokan harinya mereka datang kembali untuk mengantar saya ke rumah teman saya di daerah Stabat,” katanya.

Lalu sore harinya LB kembali pulang ke rumah dan menceritakan ini kepada suaminya. Hal itu dibenarkan oleh suaminya berinisial SP bahwasanya anak tersebut sudah ada mamak angkatnya.

“Aku terkejut karena tanpa sepengetahuan aku, anakku diberikan kepada orang lain, yang katanya mamak asuh barunya yang akan mengasuhnya seperti anak sendiri. Yang menjadi masalah sekarang saat saya ingin bertemu dengan anak saya, awalnya istri saya mau minta foto sama SS via WhatsApp, SS sempat menjawab ‘nanti saya fotokan saya lagi belanja di pasar,’ lalu saya chat lagi tiba tiba WhatsApp istri saya diblokir,” katanya.

Hal ini membuat SP dan istrinya geram dan akan melapor kan kejadian ini ke Polrestabes Medan, berharap agar anaknya dapat ditemukan.

“Saya akan membuat laporan ke Polrestabes Medan, saya berharap agar saya bertemu dengan anak saya, usia anak saya baru 6 hari,” harapnya.

Sepupu dari SP berinisial AN mengaku saat dijemput oleh SS dan kedua temannya mengaku akan ke Pancur batu.

“Katanya kami mau ke Pancur batu, lalu saya melihat orang itu pergi sekitar kurang lebih pukul 01:00 WIB,” tutupnya.

Hingga berita ini ditayangkan , ia mengatakan akan buat laporan resmi ke pihak kepolisian dalam waktu dekat ini.