Dari Talud Ambruk hingga Jalan Cepat Rusak, Rekam Jejak Kontraktor Proyek Dipertanyakan
1 min read
Bone | Intipos.com – Proyek rehabilitasi ruas Jalan Langsat–Jalan Rambutan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang belum genap enam bulan rampung, kini telah mengalami kerusakan di sejumlah titik. Sorotan pun meluas setelah kontraktor pelaksana diduga merupakan pihak yang sama yang mengerjakan proyek rehabilitasi Jalan Perintis pada Desember 2025.
Proyek Jalan Perintis sebelumnya sempat menjadi perhatian publik. Saat pekerjaan masih berlangsung, talud di depan Kantor DPRD Kabupaten Bone ambruk hingga dua kali dalam waktu kurang dari sepekan.
Insiden pertama terjadi pada 5 Desember 2025. Setelah diperbaiki, struktur penahan tanah tersebut kembali jebol pada 11 Desember 2025, memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan.
Berdasarkan data proyek, rehabilitasi Jalan Perintis menelan anggaran sekitar Rp13,5 miliar, sedangkan rehabilitasi ruas Jalan Langsat–Jalan Rambutan mencapai Rp10,9 miliar.
Kini, setelah ruas Jalan Langsat–Jalan Rambutan mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat, publik kembali mempertanyakan proses pengawasan, evaluasi, serta mekanisme penilaian kinerja penyedia jasa. Di tengah catatan atas sejumlah proyek tersebut, kontraktor yang diduga sama disebut masih terus memperoleh pekerjaan dari dinas terkait.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait maupun pihak kontraktor mengenai kondisi proyek tersebut. Media tetap membuka ruang bagi hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Sebelumnya diberitakan, proyek jalan Rp10,9 miliar terus menuai sorotan. Meski baru dinyatakan rampung pada Desember 2025, sejumlah bagian permukaan jalan dilaporkan telah mengalami keretakan.
(RS-Intipos)
