Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Jalan Rambutan Bone Mulai Berlubang, Proyek yang Pernah Disorot Itu Kembali Jadi Sorotan

2 min read

Bone | Intipos.com – Ruas Jalan Rambutan di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulai mengalami kerusakan meski belum genap setahun sejak dikerjakan melalui Bantuan Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Ilham Jaya Anugrah.

Pantauan di lokasi pada Rabu, 17 Juni 2026, menunjukkan sebuah lubang mulai muncul di badan Jalan Rambutan. Lubang itu tampak digenangi air hujan. Sementara di ruas Jalan Langsat yang terhubung dengan Jalan Rambutan, permukaan jalan terlihat mengalami pengangkatan dan berpotensi mengalami kerusakan lebih lanjut.

Menariknya, lubang tersebut berada hanya beberapa meter dari tulisan “Infrastruktur Jalan BerAmal” yang tertera di badan Jalan Rambutan.

Kerusakan yang muncul dalam waktu relatif singkat itu kembali mengundang perhatian publik. Sebab, proyek tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan saat proses pengaspalan pada Desember 2025.

Baca Juga  Bahas Air Bersih untuk Warga, Wali Kota Medan Rico Waas Sambut Baik Inovasi DPD PERANTARA Kota Medan

Kala itu, muncul dugaan bahwa penghamparan aspal dilakukan pada malam hari setelah hujan mengguyur kawasan tersebut pada sore hari. Kondisi jalan saat itu disebut-sebut masih basah dan terdapat genangan air di sejumlah titik.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan BMCKTR Kabupaten Bone yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Jumran, sebelumnya membantah anggapan bahwa pengaspalan dilakukan di atas genangan air.

“Pasti kami lakukan pengeringan menggunakan kompresor sampai betul-betul kering,” kata Jumran saat dikonfirmasi pada Desember 2025.

Meski demikian, proyek tersebut sempat menuai kritik karena dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara apabila dalam pelaksanaannya tidak memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

Baca Juga  Warga Tuding Ada Campur Tangan Pihak Ketiga dalam Sengketa Lahan di Bone

Kini, belum genap satu tahun setelah rampung dikerjakan, kerusakan mulai terlihat di sejumlah titik. Munculnya lubang di Jalan Rambutan dan kondisi permukaan Jalan Langsat yang tampak terangkat kembali memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan proyek tersebut.

Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah dan instansi terkait untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap kualitas hasil pekerjaan.

Mengingat proyek tersebut dibiayai menggunakan anggaran pemerintah, pelaksanaannya harus memenuhi standar dan spesifikasi teknis agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait belum memberikan klarifikasi mengenai penyebab munculnya kerusakan pada ruas jalan tersebut.

(Rustan)