Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Wujudkan Tata Kelola Berintegritas, Pemkab Asahan Resmi Jadi Calon Percontohan Anti Korupsi 2026

2 min read

Asahan | Intipos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan secara resmi memulai langkah besar menuju daerah bebas korupsi melalui pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Kabupaten/Kota Percontohan Anti Korupsi Tahun 2026.

 

Kegiatan yang mengusung semangat “Ber-AKSI” (Berani Berantas Korupsi) ini digelar di Aula Melati Kantor Bupati Asahan dan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 5 hingga 7 Mei 2026.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Asahan, jajaran Forkopimda mulai dari Kapolres hingga Dandim 0208/AS, Sekretaris Daerah, OPD, Camat, serta tokoh masyarakat setempat.

 

Hadir pula Koordinator Program Percontohan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rino Haruno, serta perwakilan Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Inspektur Pembantu II Provsu, Riswan Aritonang.

 

Dalam sambutannya, Bupati Asahan menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya Kabupaten Asahan sebagai salah satu nominator percontohan nasional. Ia menegaskan bahwa sistem yang telah dibangun pemerintah harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh aparatur.

Baca Juga  Bupati Asahan Terima Kunjungan Silaturahmi Keluarga Besar IKDH Deli Tua.

 

“Kehadiran KPK melalui kegiatan ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata dalam pola kerja aparatur pemerintah. Tujuan kita jelas: menciptakan tata kelola yang lebih baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Bupati.

 

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumatera Utara melalui Riswan Aritonang memberikan apresiasi tinggi kepada KPK atas penetapan Asahan sebagai kandidat percontohan. Pemerintah Provinsi berkomitmen penuh mendukung pembangunan yang berlandaskan integritas dan berharap Asahan dapat menjadi role model bagi daerah lain di Sumatera Utara.

 

Perwakilan KPK, Rino Haruno, menjelaskan bahwa program ini merupakan eskalasi dari keberhasilan program Desa Anti Korupsi yang kini ditingkatkan ke level Kabupaten/Kota. Beliau menekankan bahwa pencegahan korupsi bukan sekadar masalah pengawasan teknis, melainkan pilihan hidup yang berakar pada integritas pribadi.

Baca Juga  Polsek Medan Area Ungkap Curanmor Rental PS Langit

 

“Korupsi bukan hanya persoalan sistem, tapi soal pilihan dan komitmen moral setiap elemen di dalamnya,” tegas Rino.

 

Prosesi pembukaan ditandai dengan rangkaian acara yang khidmat, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga doa bersama. Sebagai bentuk komitmen kerja sama, KPK menyerahkan Buku Panduan Kabupaten/Kota Anti Korupsi kepada Bupati Asahan.

 

Sebaliknya, Pemerintah Kabupaten Asahan memberikan plakat penghargaan kepada tim KPK sebagai simbol apresiasi atas pendampingan yang diberikan.

 

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai tanda dimulainya sinergi antara pemerintah daerah, penegak hukum, dan KPK dalam menciptakan Kabupaten Asahan yang bersih dari praktik korupsi.(Intipos.RS)