Sukses Haji Sumut: Zulkifli Sitorus Ungkap “Energi Besar”-nya dari Menteri, Wakil hingga Bobby
3 min read
Medan | Intipos.com – Masuknya Kloter 17 ke Asrama Haji Embarkasi Medan menandai tuntasnya proses penerimaan seluruh jamaah haji Sumatera Utara tahun 2026.
Di balik kelancaran yang banjir apresiasi itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumut, Dr H Zulkifli Sitorus, mengungkap “rahasia besar” yang menurutnya menjadi energi utama pelayanan haji tahun ini: keteladanan Menteri dan Wakil Menteri Haji serta spirit kolaborasi yang terus digelorakan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Di suasana Asrama Haji Embarkasi Medan, Minggu (10/5/26) pagi, Kloter 17, kloter terakhir jamaah haji Sumatera Utara, resmi memasuki asrama.
Dengan demikian, seluruh rangkaian penerimaan jamaah embarkasi tahun ini dinyatakan tuntas. Sebanyak 16 kloter sebelumnya telah diberangkatkan menuju Tanah Suci dengan proses yang relatif lancar, tertib, dan minim kendala berarti.
Di tengah rasa syukur itu, apresiasi terhadap tata kelola pelayanan haji Embarkasi Medan terus mengalir. Mulai dari pembimbing haji, jamaah, hingga jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menilai penyelenggaraan tahun ini menghadirkan banyak perubahan positif.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Haji Sulaiman Harahap bahkan secara terbuka memberikan apresiasi atas tata kelola operasional haji yang dinilai berjalan baik hingga Kloter 16.
Penilaian itu memperkuat kesan bahwa pelayanan haji Sumut tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Namun bagi Zulkifli Sitorus, semua apresiasi itu bukanlah hasil kerja satu orang atau satu institusi semata. Ia justru menegaskan bahwa keberhasilan tersebut lahir dari semangat kolektif yang ditanamkan langsung oleh pimpinan nasional Kementerian Haji dan Umrah.
“Alhamdulillah kloter terakhir sudah masuk asrama haji. Semua apresiasi yang diberikan kepada Embarkasi Medan sesungguhnya lahir dari semangat dan komitmen yang ditularkan langsung oleh Bapak Menteri
K.H. Mochamad Irfan Yusuf, dan Bapak Wakil Menteri Haji dan Umrah H. Dahnil Anzar Simanjuntak,” ujar Zulkifli.
Menurutnya, Menteri dan Wakil Menteri Haji tidak hanya memberi instruksi administratif, tetapi terlebih dahulu memperlihatkan teladan nyata tentang bagaimana penyelenggaraan haji harus dijalankan dengan kesungguhan, disiplin, dan profesionalisme tinggi.
“Mereka lebih dulu memberi contoh, memberi panutan, bagaimana proses perhajian ini tidak boleh main-main. Semuanya harus serius. Dan itu benar-benar tertanam kuat di hati kami semua,” katanya.
Zulkifli menyebut semangat itu kemudian menjalar hingga ke seluruh tingkatan pelayanan, mulai dari Kanwil provinsi, kantor kementerian di kabupaten/kota, hingga petugas lapangan paling bawah.
Menurutnya, budaya kerja yang dibangun tahun ini bertumpu pada satu ukuran utama: jamaah harus benar-benar merasakan adanya peningkatan pelayanan.
Karena itu, berbagai inovasi pelayanan mulai terlihat nyata di Embarkasi Medan. Jamaah kini menerima kartu Nusuk sejak di embarkasi, pola keberangkatan di Bandara Kualanamu diubah agar jamaah langsung masuk terminal internasional dan naik pesawat melalui garbarata, hingga penguatan koordinasi pelayanan antarinstansi yang dinilai jauh lebih solid.
Bagi jamaah lanjut usia, perubahan itu menghadirkan kenyamanan baru. Mereka tidak lagi harus melalui jalur yang rumit dan melelahkan. Di titik inilah pelayanan haji tidak lagi hanya soal administrasi, tetapi juga tentang penghormatan terhadap martabat jamaah sebagai tamu Allah.
Zulkifli juga mengakui kuatnya dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menyukseskan operasional haji tahun ini. Menurutnya, perhatian Gubernur Bobby Nasution, Wakil Gubernur, Sekda, hingga seluruh jajaran menjadi faktor penting yang ikut menjaga ritme pelayanan tetap stabil.
“Di Sumatera Utara ini kami juga terimbas semangat kolaborasi yang terus digelorakan Pak Bobby Nasution melalui konsep Kolaborasi Sumut Berkah. Dukungan beliau sangat besar,” ujarnya.
Di mata sejumlah pengamat pelayanan publik, keberhasilan operasional haji tahun ini secara tidak langsung ikut mengangkat citra pemerintahan Bobby Nasution. Sebab pelayanan haji merupakan salah satu wajah pelayanan publik yang paling dekat dan paling mudah dirasakan masyarakat secara langsung.
Namun di balik itu, figur Zulkifli Sitorus mulai tampil sebagai wajah baru birokrasi pelayanan keagamaan di Sumatera Utara. Ia tidak tampil dengan retorika berlebihan, tetapi melalui pendekatan kerja kolektif yang menekankan disiplin, koordinasi, dan pelayanan berbasis empati.
“Ini kerja bersama, bukan kerja perorangan. Semua memiliki peran penting, mulai dari tingkat paling bawah hingga pimpinan,” katanya.
Dengan seluruh kloter kini telah masuk embarkasi dan sebagian besar jamaah sudah diberangkatkan ke Tanah Suci, Embarkasi Medan tahun 2026 bukan hanya mencatat kelancaran operasional. Lebih dari itu, ia menjadi panggung lahirnya model pelayanan haji yang mulai dipandang lebih modern, lebih manusiawi, dan lebih terukur.
Dan di tengah semua apresiasi itu, Zulkifli Sitorus justru memilih mengembalikan pujian kepada semangat keteladanan pimpinan nasional serta dukungan kolaboratif daerah—sebuah sikap yang justru semakin menguatkan citranya sebagai birokrat lapangan yang bekerja dalam senyap, tetapi meninggalkan jejak yang nyata *(zulfikar tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)* (01)
