Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Warga Desak Pemkab Asahan Segera Atasi Darurat Pencurian Sawit di BP Mandoge

2 min read


Asahan | Intipos.com
– Kondisi keamanan di sektor perkebunan Kecamatan Bandar Pasir (BP) Mandoge semakin memprihatinkan.

Maraknya aksi pencurian Tandan Buah Segar (TBS) dan berondolan milik warga maupun perusahaan negara (PTPN IV) memicu keresahan massal.

Menanggapi hal tersebut, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan segera turun tangan melakukan tindakan pencegahan.

Harapan ini ditujukan langsung kepada Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, dan Wakil Bupati, Rianto.

Para petani dan karyawan perkebunan mendesak agar pemerintah daerah bersama Forkopimcam memperketat pengawasan di titik-titik rawan kriminalitas.

Masyarakat mengusulkan adanya patroli rutin yang menyasar area perkebunan pada jam-jam rawan.

Hal ini dinilai efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang kerap memanfaatkan situasi sepi.

“Kami berharap Forkopimcam BP Mandoge, didukung TNI dan Polri, lebih proaktif. Kehadiran petugas di lapangan bukan sekadar patroli, tapi juga sarana komunikasi dengan warga agar tercipta rasa aman,” ujar Robert Sitorus, salah satu warga setempat, Senin (2/2/2026).

Baca Juga  Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubsu Kunjungi Paviliun Kabupaten Asahan di PRSU 2026

Robert juga menekankan pentingnya keterlibatan Kejaksaan Negeri (Kajari) Asahan sebagai Pengacara Negara untuk mengawal proses hukum terhadap para pelaku.

Menurutnya, pencurian ini bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan ancaman terhadap aset negara dan stabilitas ekonomi rakyat.

Di sisi lain, Budi Manurung, seorang petani sawit, menyoroti pentingnya edukasi hukum.

Ia meminta pemerintah kecamatan dan desa memasang imbauan tegas mengenai sanksi bagi pencuri maupun penadah sawit ilegal.

“Jangan ada lagi agen yang menerima sawit dari sumber tidak jelas. Kita perlu sosialisasi pasal-pasal hukum agar masyarakat sadar bahwa pelaku maupun penadah bisa dijerat pidana berat,” tegas Budi.

Baca Juga  Wakil Bupati Asahan Hadiri Pembukaan Jamda XI Pramuka Sumut di Sibolangit, Dukung Pembentukan Karakter Generasi Muda

Keresahan ini bukan tanpa alasan. Manager PTPN IV BP Mandoge, Agusman, mengonfirmasi bahwa aksi pencurian telah berdampak signifikan pada penurunan hasil produksi tahunan perusahaan.

Bahkan, ia mengungkapkan adanya insiden kekerasan yang menimpa karyawan saat mencoba mengamankan barang bukti.

“Kasus-kasus ini sudah kami laporkan ke Polsek setempat. Kami berharap para pelaku diproses berdasarkan ketentuan KUHP yang berlaku agar memberikan efek jera yang nyata,” ungkap Agusman saat dikonfirmasi via telepon.

Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu tindakan nyata dari Pemkab Asahan dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk memulihkan Kamtibmas di wilayah BP Mandoge agar roda perekonomian kembali berjalan normal.(Amy Sinaga)