Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Situs Bongal Hidup Lewat Lukisan di Galeri Tangga Medan

2 min read


Medan | Intipos.com
Semarak Budaya 2025 kembali menghadirkan inovasi dalam menampilkan warisan budaya. Salah satunya, Workshop dan Pameran Seni Lukis dengan tema “Objek Arkeologis Temuan Situs Bongal”, yang digelar di Museum Sejarah Al-Qur’an dan Rumah Budaya Tangga, Medan. Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan RI.

 

Situs Bongal, yang berada di Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, merupakan temuan arkeologis baru yang menarik perhatian para peneliti. Benda-benda yang ditemukan di sana, seperti keramik, tembikar, logam, kaca, dan potongan dinding kapal, menunjukkan bahwa Bongal telah mengalami kosmopolitanisme sejak abad ke-7 Masehi. Temuan ini bahkan memperlihatkan adanya hubungan dengan peradaban Romawi, India, Cina, Kristen, Persia, dan Arab.

Baca Juga  Perumda Tirta Uli Borong Penghargaan TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta

 

Dalam pameran ini, 20 mahasiswa terpilih dari Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Medan diminta melukis benda-benda temuan tersebut secara realistis. Tujuannya agar pengunjung bisa lebih mudah memahami bentuk, fungsi, dan nilai historis setiap artefak.

 

Kegiatan diawali dengan workshop pengetahuan dasar benda arkeologis oleh Pidia Amelia, M.A., dosen Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan. Peserta dikenalkan dengan ragam bentuk dan makna objek arkeologis yang ditemukan di situs Bongal.

 

Selanjutnya, workshop melukis realistis dibimbing oleh Andi Ian Surya, pelukis realisme ternama di Medan. Workshop ini berlangsung dari pukul 09.00–17.00 pada 13 Desember 2025, memberikan peserta pengalaman langsung mengaplikasikan teknik melukis sambil memahami konteks sejarah setiap benda.

Baca Juga  Walkot Wesly Dampingi Gubsu Kunjungi SMA Negeri 5 Siantar

 

Puncaknya, pameran karya lukisan digelar pada 15 Desember 2025 di Rumah Budaya Tangga, Jalan Letjen Suprapto No. 11, Medan. Acara resmi dibuka oleh Jim Siahaan, pemilik Rumah Budaya Tangga, dan langsung menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.

 

Dengan pendekatan seni dan edukasi ini, Situs Bongal kini “hidup” kembali melalui lukisan, memungkinkan publik untuk menyelami sejarah, budaya, dan perjalanan peradaban Nusantara secara visual. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa seni bisa menjadi jembatan untuk mengenalkan warisan arkeologis kepada generasi muda. (Ay29)