Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

3 Obyek Wisata Di Pacitan Dapat Dinikmati Kembali, Mana Saja Dan Apa Ketentuannya

2 min read
3 Obyek Wisata Di Pacitan

INTIPOS | PACITAN –  Setelah tertutup lebih dari 6 bulan akibat Pandemi Covid 19, obyek wisata Goa Gong Kecamatan Punung akhirnya kembali dibuka. Destinasi wisata ikonik yang juga menjadi warisan dunia itu mendapat rekomendasi fase simulasi dari Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Pacitan.

Selain obyek wisata Goa Tabuhan serta pemandian Banyu Anget di Kecamatan Arjosari juga mendapatkan rekomendasi dan diperbolehkan menerima wisatawan meskipun sebatas pengunjung lokal.

“Tantangan terbesar pengelola pariwisata adalah bagaimana mengontrol banyaknya tamu yang datang,”ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga T Andi Faliandra saat acara Penyerahan Sertifikat Adaptasi Kebiasaan Baru kepada sejumlah obyek wisata, di lokasi wisata Goa Gong Desa Bomo Kecamatan Punung, Jum’at (25/09/2020).

Baca Juga  Operasi Patuh 2024 Mulai Digelar, Polres Bone Laksanakan Apel Gelar Pasukan

baca juga : Ribuan Masker dan Dapur Umum Dibagikan KBPP Polri dan Brimob Poldasu Ke Masyarakat

Menurut Andi, animo masyarakat yang ingin berwisata ke Pacitan terutama Goa Gong sangat tinggi. Ada rasa kangen dan penasaran dari para wisatawan untuk kembali menyaksikan keindahan obyek wisata terindah se Asia Tenggara itu setelah tutup cukup lama. Demikian pula dengan para pengelola serta pelaku pariwisata yang menggantungkan hidup dari obyek wisata Goa Gong.

“Seperti masukan bapak Kapolres serta bapak Dandim kita bentuk satgas mandiri yang bertanggungjawab mengawasi dan mengatur protokol kesehatan di masing masing obyek wisata,”jelasnya..

Baca Juga  Hari Pertama Sekolah: Semangat dan Antusiasme di SD Negeri 28 Sungai Kakap

Pembentukan satgas mandiri ini cukup beralasan mengingat tiga obyek wisata yakni Goa Gong, Goa tabuhan Pemandian Banyu Anget termasuk destinasi wisata resiko tinggi.

baca juga : https://siberindo.co/25/09/2020/anies-minta-izin-ke-luhut-psbb-jilid-kedua-sampai-11-oktober/

Karena alasan itulah Disparpora serta gugus tugas mempersiapkan betul obyek wisata tersebut dengan memberikan pendampingan selama pra simulasi.

“Khusus ketiga obyek wisata ini diatur tersendiri, pengelola harus ekstra artinya benar-benar menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan covid 19,”tegas Bupati Indartato yang juga hadir menyakasikan acara tersebut.(tyo)