Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Tokoh Pemuda Karo, “Pesta Bunga & Buah Karo Tidak bermakna”

3 min read
Tokoh pemuda Karo Ronald Abdi Negara Sitepu mengkritik Pemkab Karo yang menyelenggarakan Pesta Bunga & Buah pada tanggal 1-3 Juli 2022

Tokoh pemuda Karo Ronald Abdi Negara Sitepu mengkritik Pemkab Karo yang menyelenggarakan Pesta Bunga & Buah pada tanggal 1-3 Juli 2022

Karo | Intipos.com – Masyarakat seputar Sumatera Utara tanpa terkecuali masyarakat kabupaten Karo antusias dengan adanya Pesta Bunga & Buah yang diselenggarakan pada tanggal 1-3 Juli 2022 lalu.
Pada dasarnya makna dari Pesta Bunga dan buah merupakan sebuah syukuran atas keberhasilan hasil panen seperti Bunga dan Buah, namun dalam pesta tersebut tidak terlihat keberhasilan tersebut, seperti diungkapkan tokoh pemuda di Karo Ronald Abdi Negara Sitepu, SH pada kesempatannya sewaktu memantau pesta bunga & buah di berastagi.
Dikatakan Ronald, “apakah MAKNA dari Pesta Bunga dan Buah tersebut sangat berarti di Masyarakat Karo?
Jelas jawabannya “TIDAK” Pesta tersebut terkesan seperti dipaksakan atau dapat diartikan adanya keuntungan bagi pihak tertentu.”
Ditambahnya lagi, “Mungkin pedagang Bunga tidak merasakan hal tersebut, dikarenakan banyak BUNGA PLASTIK yang digunakan pada syukuran tersebut, atau apakah sudah ada jenis tanaman BUNGA PLASTIK di Kabupaten Karo? Jelas ini merupakan bukan sebuah pesta, namun ini dapat dikategorikan sebuah konser saja.”
Bukan hanya apa yang ada diacara tersebut itu saja yang disoroti Oleh Ronald kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Karo itu juga tidak luput dari perhatiannya.
“Sama juga halnya dengan Buah. Penyelenggara tidak ada menyediakan Buah-buahan secara gratis (walaupun yang sekedar mencicipi) untuk dinikmati pengunjung. Pesta tersebut bukan berarti sebuah syukuran, namun dugaan menjadi sebuah pencairan keuntungan dalam pengadaan Stand serta pedagang yang lain.”
Dimana sepanjang pemantauan awak media intipos.com di lokasi acara berlangsung belasan stand penjualan bertenda warna putih gagah berdiri di satu tempat lapang berjajar rapi.
Menyoroti Kegiatan tersebut Ronald Sitepu yg sangat menyoroti kinerja Pemkab Karo itu mengkritik habis Pemkab Karo yg minim aksi untuk petani dapat merasakan acara tersebut, sepeti yg diungkapkannya.
“Lebih elok apabila Pemerintah membeli langsung beberapa hasil panen dari Petani baik itu berupa Bunga tapi bukan bunga Plastik, buah buahan (sperti Jeruk, buah Naga, buah salak, buah kurma dan lainnya) serta beberapa jenis sayuran guna dipamerkan serta dicicipi oleh pengunjung dalam Pesta Buah dan Bunga guna peningkatan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Karo. Dengan Pesta Bunga dan Buah tahun ini, jelas bahwa kurangnya peningkatan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Karo terutama dalam pembeli BUNGA PLASTIK yang digunakan dalam pesta tersebut.”
“Pesta bunga dan buah itu tidak mendapatkan makna yang mendalam kepada masyarakat karo. Pesta tersebut seharusnya merupakan sebuah syukuran atas hasil panen terutama dalam Bunga dan Buah, BUKAN HASIL PANEN BUNGA PLASTIK,” tegasnya.
Tak hanya menyoroti kegiatan yang berlangsung dana yang digelontorkan dalam acara tersebut juga tak luput dari perhatian Ronald Abdi Negara Sitepu, SH dikatakannya.
“Pesta Bunga dan buah mungkin menggunakan anggaran Kabupaten Karo yang menghabiskan anggaran sekitar 600 juta untuk sebuah acara serta menurut informasi dari pemberitaan bahwa Kepala Dinas terkait mengatakan bahwa  acara tersebut telah diserahkan seluruhnya kepada EO (Event Organizer). Dimana tugas EO tersebut guna mengatur seluruh rangkaian acara dan juga artis yang akan menghibur dalam acara. Anggaran 600 juta, apakah tidak diberlakukan Tender dalam hal pengambilan Event Organizer? Mudah mudahan saja tidak ada aturan yang mengharuskan untuk dilakukan Tender,” tegasnya.
“Pesta Bunga dan Buah jelas menghabiskan anggaran yang cukup besar, dan anggaran tersebut ada yang telah ditampung dalam APBD Karo serta ada juga anggaran yang tidak tertampung dalam APBD Karo. Seperti Kontingen dari Kecamatan. Apakah Camat rela mengeluarkan dana Pribadi guna memberangkat Kontingen serta menghias mobil dengan Bunga & Buah serta Bunga Plastik yang mungkin menghabiskan Anggaran sekitar Puluhan Juta? Kalau camat mengeluarkan dana pribadi, sangat bangga dengan Camat tersebut yang sudah dermawan guna menyukseskan Pesta tersebut.
Namun hal ini sudah sangat jarang ditemukan, karena sudah sulit ditemukan orang yang rela mengeluarkan dana besar tanpa ada imbalan. Dalam hal ini patut diduga akan terjadi Korupsi guna pengembalian dana tersebut.”
Mengakhiri keterangannya, Ronald Abdi Negara Sitepu, SH menyampaikan harapan untuk kedepannya kegiatan serupa dapat dirasakan sesuai keinginan masyarakat karo pada umumnya,  “Sudah sewajarnya DPRD Karo melakukan tugasnya sebagai Pengawasan terkait yang dikatakan Pesta Bunga dan buah dan sudah sewajarnya juga DPRD Karo untuk memanggil pemangku jabatan guna mempertanggungjawabkan acara tersebut beserta anggarannya,” tutupnya. (Lansir)
Baca Juga  Khidmat, Wakil Bupati Asahan Lepas Keberangkatan 26 Calon Jamaah Haji di Aek Loba