Terkait Hal Ini, Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa Di Langkat.
2 min read
Langkat || Intipos.com __ Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bergerak mengelar aksi unjuk rasa di DPRD Langkat dan Kantor Bupati Langkat jalan Tengku Amur Hamzah Stabat, Langkat, Jum’at (11/2/2022).
Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bergerak terdiri dari PMKRI Cabang Medan, Satma AMPI Kabupaten Langkat dan Sama IPK Kabupaten Langkat.
Mereka menyatakan beberapa hal terkait OTT KPK di Kabupaten Langkat, gratifikasi dan korupsi yang melibatkan Bupati non aktif Terbit Rencana PA dan kontraktor. Mereka menilai hal ini mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Kabupaten Langkat.
Selain itu Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bergerak juga menyinggung terkuaknya penjara manusia yang diduga kuat sebagai salah satu bentuk perbudakan modern di Kabupaten Langkat, serta berdasarkan penyelidikan Poldasu bahwasanya ada tiga korban jiwa. “Kami menduga korban jiwa terjadi akibat pelanggaran HAM yang terjaditerjadi,” sebut mereka.
Serta meminta Kapolres Langkat untuk mengusut tuntas jajarannya yang memback-up Bupati Langkat terkait kerangkeng manusia dan Menuntut Kejari Langkat untuk mengusut tuntas terkait kerangkeng milik Bupati Langkat selama 10 tahun.
Setelah beberapa saat berorasi di depan pintu masuk, akhirnya DPRD Langkat menerima 5 orang perwakilan pengunjuk rasa di dalam ruangan DPRD Langkat.
Kepada anggota DPRD Langkat dari Komisi A, Pimanta Ginting dan Sandrak Manurung dari Fraksi PDIP. Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan, Sintong Sinaga menyuarakan tuntutan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bergerak, yakni
Mendesak DPRD Langkat mengevaluasi kinerja OPD Kabupaten Langkat. Mendesak DPRD Langkat mencopot Sribana sebagai Ketua DPRD Langkat, karena sudah mencederai lembaga DPRD dengan perbuatan melawan hukum.
Setelah beberapa kemudian akhirnya Pimanta Ginting bersama pengunjuk rasa menyepakati akan mengirimkan surat kepada Komnas HAM dan pihak terkait lainnya untuk.
“Segera kita akan menyurati aparat penegak hukum dan Komnas HAM. Ini adalah kesepakatan kita bersama,” tegas Pimanta Ginting yang berasal dari Fraksi PDIP.
Usai pertemuan dengna DPRD Langkat, pengunjuk rasa melanjutkan aksinya ke kantor Bupati Langkat untuk menemui Plt Bupati Langkat, Syah Afandin.

Didepan pintu masuk Kantor Bupati Langkat, Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bergerak kembali berorasi hingga akhirnya massa membakar satu ban di tengah jalan T. Amir Hamzah depan kantor Bupati Langkat.
Beberapa saat kemudian lima orang perwakilan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bergerak ditemui Assisten II Administrasi Ekonomi Pembangunan Dan Sosial Setkab Langkat, Hermansyah dirunag rapat Sekdakab Langkat.
Kepada Asisten II, pengunjukrasa melalui Sintong Sinaga meminta Plt Bupati Langkat untuk memberikan pernyataan terkait kasus korupsi Bupati Langkat serta meminta Plt Bupati untuk menjamin kepastian hukum, keadilan serta kesejahteraan sosial di Kabupaten Langkat.
Dalam pertemuan tersebut tidak peroleh kesepakatan, hingga akhirnya Perwakilan dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bergerak meninggalkan ruang rapat Sekdakab Langkat. (Ay29)
