Tensi Memanas, Manajemen PT BSP Mangkir Malah Siagakan Anjing Penjaga Hadapi Demo Petani HKTI
2 min read
Asahan | Intipos.com – Suasana aksi unjuk rasa damai yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Asahan bersama gabungan kelompok tani di depan Kantor Besar PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Kisaran, Senin (3/8/2026), berubah tegang.
Hal ini disebabkan oleh sikap manajemen perusahaan yang tidak hanya enggan menemui massa, tetapi juga menyiagakan seekor anjing penjaga berukuran besar di area gerbang masuk.
Aksi yang dipimpin oleh Ketua Satgas HKTI Asahan OK Rasyid dan Koordinator Aksi Zulkifli Matondang ini awalnya berjalan tertib di depan palang pintu gerbang perusahaan.
Massa yang membawa mobil komando dengan pengeras suara menyuarakan tuntutan terkait kejelasan status HGU PT BSP yang dinilai telah habis,serta mendesak Menteri ATR/BPN tidak menerbitkan HGU baru sebelum konflik lahan dengan warga diselesaikan, termasuk kewajiban plasma 30 persen.
Namun, situasi menjadi tidak kondusif ketika perwakilan massa mencoba meminta pimpinan PT BSP untuk keluar menerima aspirasi mereka.
Bukannya mendapatkan jawaban, pimpinan perusahaan justru tidak terlihat sama sekali.
Massa hanya dihadapi oleh barisan petugas sekuriti perusahaan.
Kegeraman massa memuncak saat mendapati seekor anjing penjaga berwujud kekar dan besar (Red-jenisRottweiler) disiagakan tepat di belakang petugas sekuriti, tidak jauh dari posisi palang gerbang tempat massa berorasi.
Keberadaan anjing tersebut dinilai oleh massa aksi sebagai upaya intimidasi yang disengaja oleh pihak PT BSP untuk menakut-nakuti para petani dan warga yang tengah menuntut hak mereka.
“Kami datang ke sini secara damai, menuntut kejelasan lahan HGU yang sudah habis dan memperjuangkan nasib petani. Sangat disayangkan dan melukai perasaan, manajemen bukan menerima aspirasi kami dengan dialog, malah mengerahkan anjing penjaga untuk menghadapi kami. Ini bentuk intimidasi yang jelas dan menunjukkan ketidakinginan mereka menyelesaikan konflik secara bermartabat,” ujar OK Rasyid, Ketua Satgas HKTI Asahan, dengan nada kecewa.
Koordinator Aksi, Zulkifli Matondang, menambahkan bahwa pengerahan binatang seperti anjing untuk menghadapi massa aksi unjuk rasa adalah tindakan yang provokatif dan tidak pantas dilakukan oleh perusahaan sebesar PT BSP.
“Ini bukan cara yang baik untuk berurusan dengan rakyat. Tindakan ini hanya akan memperkeruh suasana,” tegasnya.
Pihak Satgas HKTI Asahan mengutuk keras penggunaan anjing penjaga sebagai metode menghadapi aksi massa dan berencana akan melaporkan tindakan intimidasi ini ke pihak berwajib serta mendesak Menteri ATR/BPN untuk benar-benar memperhatikan perilaku manajemen PT BSP di lapangan dalam memutuskan perpanjangan HGU.(Amy Sinaga)
