Syarif Abdullah Alkadrie Tinjau Program P3A di Sungai Itik, Pastikan Irigasi Tepat Sasaran Demi Tingkatkan Produksi Pertanian
3 min read
Kubu Raya | Intipos.com – Untuk memastikan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) berjalan sesuai petunjuk teknis dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, Anggota DPR RI Komisi V, Syarif Abdullah Alkadrie, didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Hj. Hadijah Fitriah dari Partai NasDem bersama jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, turun langsung meninjau lokasi pelaksanaan program di Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (29/7/2026).
Salah satu titik yang dikunjungi adalah Kelompok P3A Syukur Ade yang menjadi penerima program melalui aspirasi Anggota DPR RI Komisi V, Syarif Abdullah Alkadrie.
Kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung progres pekerjaan, memastikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan petunjuk teknis, sekaligus menyerap aspirasi dari kelompok tani sebagai penerima manfaat program.
Dalam kesempatan itu, Syarif Abdullah Alkadrie mengatakan bahwa pembangunan saluran irigasi ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk mengatasi persoalan kekeringan yang selama ini menjadi kendala utama bagi para petani saat musim kemarau.
”Menurut masyarakat di sini, ketika musim kemarau air menjadi kering karena saluran mengalami pendangkalan. Selain itu, aliran Sungai Berembang juga tersumbat sehingga perlu dilakukan pembersihan agar aliran air kembali lancar. Ini tentu akan menjadi perhatian dan akan kami upayakan,” ujar Syarif.
Ia menjelaskan, pembangunan melalui Program P3A masih dalam tahap pengerjaan dan belum memasuki tahap akhir. Meski demikian, ia optimistis setelah selesai dan berfungsi optimal, saluran irigasi tersebut akan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
”Kita melihat langsung proses pembangunannya. Memang belum finishing, namun kita berharap setelah selesai program ini dapat meningkatkan hasil pertanian masyarakat. Proyek seperti ini memang sangat dibutuhkan petani untuk mendukung peningkatan produksi pertanian,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok P3A Syukur Ade, Safari, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah melalui program aspirasi tersebut. Menurutnya, kawasan persawahan di Desa Sungai Itik masih membutuhkan pengembangan jaringan irigasi karena luas hamparan sawah mencapai lebih dari 100 hektare dan masih banyak lahan yang belum terjangkau saluran air.
”Semoga program seperti ini terus berlanjut di desa kami. Hamparan sawah di sini lebih dari 100 hektare dan masih banyak yang belum mendapatkan aliran air. Kami sangat bersyukur karena pemerintah melalui BWS dan aspirasi Bapak Syarif Abdullah Alkadrie telah membantu pembangunan saluran irigasi ini,” ujarnya.
Safari menjelaskan, pembangunan saluran sepanjang sekitar 180 meter tersebut akan sangat membantu kebutuhan air bagi lahan pertanian dan diharapkan menjadi awal pengembangan jaringan irigasi yang lebih luas.
Ia juga mengaku terharu karena baru kali ini ada anggota DPR RI dan pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Barat yang turun langsung melihat kondisi pertanian di Desa Sungai Itik.
”Alhamdulillah, selama ini baru Bapak Syarif Abdullah Alkadrie bersama Ibu Hadijah yang hadir langsung ke desa kami. Kami sangat mengapresiasi perhatian beliau terhadap petani. Dengan adanya bantuan Program P3A ini, kami sangat terbantu, terutama saat musim kemarau ketika sawah kekurangan air,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua P3A Joekardi bersama masyarakat dan kelompok tani lainnya juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan melalui program aspirasi tersebut. Mereka berharap pembangunan segera rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal dalam mendukung sektor pertanian, meningkatkan hasil panen, serta mendorong kesejahteraan petani di Kecamatan Sungai Kakap.
Melalui peninjauan langsung ini, diharapkan Program P3A tidak hanya selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis, tetapi juga benar-benar mampu menjadi solusi bagi kebutuhan irigasi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kubu Raya.”(Defri)
