10 Agustus 2026

Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Sisa Makanan Jadi Pakan Ternak, Wabup Asahan Apresiasi Inovasi Mahasiswa KKN UGM

2 min read

AEK SONGSONGAN | Intipos.com – Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., meninjau secara langsung karya inovasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Pesantren Darul Falah, Kecamatan Aek Songsongan, Sabtu (8/8/2026).

 

Dalam kunjungan tersebut, Wabup menyoroti keberhasilan mahasiswa dalam mengolah limbah sisa makanan menjadi pakan ternak alternatif.

 

Kunjungan ini turut didampingi oleh sejumlah jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Asahan, perwakilan PT Inalum, pengurus Pesantren Darul Falah, serta para mahasiswa KKN UGM.

 

Di lokasi, mahasiswa memamerkan metode pengolahan sisa konsumsi santri yang diubah menjadi media budidaya maggot (black soldier fly).

Baca Juga  Dalam Kurun Waktu Satu Bulan, Kapolres Langkat Rilis Pengungkapan Kasus Narkotika, Tindak Pidana Kriminal, dan Kekerasan Seksual terhadap Anak

 

Maggot yang dipanen kemudian dimanfaatkan sebagai pakan tinggi protein untuk ternak bebek. Inovasi ini menjadi solusi ganda: menekan volume sampah organik sekaligus menekan biaya pakan peternakan warga.

 

Perwakilan mahasiswa KKN UGM di Desa Aek Songsongan, Muhammad Ghazalah Anwar, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai gagasan berkelanjutan. Menurutnya, konsep zero waste ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomis dan mudah direplikasi oleh masyarakat lokal secara mandiri.

 

Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UGM dan PT Inalum yang telah memfasilitasi serta mendukung program pengabdian masyarakat tersebut. Ia menganggap kolaborasi antara akademisi, BUMN, dan daerah ini membawa dampak positif yang nyata.

Baca Juga  Gubernur Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

 

“Inovasi yang dibawakan adik-adik mahasiswa sangat luar biasa. Sisa makanan yang tadinya terbuang sia-sia bisa disulap menjadi sesuatu yang berdaya guna. Walau aplikasinya sederhana, dampaknya sangat besar jika diteruskan secara konsisten,” ungkap Wabup Rianto.

 

Ia pun berharap pengetahuan dan keterampilan teknis yang telah dibagikan selama masa KKN dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh warga pesantren maupun masyarakat sekitar setelah program berakhir.(RS)