Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Sensasi Wisata Malam di Perbukitan Menoreh

2 min read

Intipos.com | Kulonprogo – Menghadapi kenormalan baru, pengelola wisata Pulepayung, Hargotirto, Kokap, Kulonprogo menawarkan sensasi wisata malam di Perbukitan Menoreh. Pengunjung bisa menikmati kopi Nusantara di Spot Angkasa dan Bean Bag, sambil menatap indahnya Waduk Sermo, kerlap-kerlip lampu Kota Wates dan Bandara Yogyakarta Internasional Airport.

Udara dingin berkabut menambah nikmatnya nyeruput kopi panas. Dengan pemandangan yang menawan, pengunjung merasakan sensasi bagaikan minum kopi di atas awan. Kabut tebal dengan jarak pandang 10 meter membuat suasana di Perbukitan Menoreh sangat mengesankan.

Baca Juga  BPD Punggur Kapuas dan Pemerintah Desa Sukses Gelar Musdes untuk Penyusunan RKP Desa Tahun 2025

Baca juga Seorang Pria Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Ketinggian di Spot Angkasa Bukit Wisata Pulepayung sekitar 450 meter di atas permukaan laut. “Di sini tersedia berbagai jenis kopi Nusantara, mulai dari kopi Aceh sampai Banyuwangi,” ujar Bambang Hariyono, penggagas Coffee Angkasa di Bukit Wisata Pulepayung, Jumat (21/8/2020) malam.

Coffee Angkasa mulai dibuka 8 Agustus 2020. Setiap hari buka mulai pukul 16.00 sampai 21.00 WIB. Pada sore hari, wisatawan bisa menikmati sunset sambil minum kopi. Dengan slogan “Kita Ngopi Asyik Sambil Piknik”, Bukit Wisata Pulepayung akan meramaikan wisata malam di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga  Desa Sungai Itik Jadi Tuan Rumah dalam Pemantauan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

Keberadaan Cafe Coffee Angkasa Pulepayung akan menambah opsi atau pilihan wisata malam bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Selama ini hanya Bukit Bintang yang menjadi pilihan. “Kami akan terus mendorong pengelola wisata untuk menyajikan sesuatu yang menarik bagi wisatawan, khususnya wisata malam,” tegas Abenk, panggilan akrab Bambang Hariyono dari Plat Ab Tour.

Minum kopi Nusantara sambil menikmati sunset (Foto: Abenk/siberindo)

Wakil Ketua Pengelola Wisata Pulepayung, Sukamto, menyabut baik gagasan membuka Cafe Coffee Angkasa di Spot Angkasa. Pengelola berharap keberadaan cafe coffe mampu meramaikan kembali wisatawan yang berkunjung ke Bukit Wisata Pulepayung. Karena selama pandemi Covid-19 pengunjung sepi.

Bukit Wisata Pulepayung di Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo yang diresmikan Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo Sp OG(K) pada 15 Desember 2018 sempat booming. Dengan menawarkan berbagai spot menarik, seperti Spot Angkasa, Spot Wolu, Wood Golf, Jogja Giant Swing, Sepeda Langit, Flying Fox, Jembatan Syurga, dan Lolipop, Pulepayung Natural Tourism mampu meraup pemasukan rata-rata Rp200.000.000 per bulan. Bahkan kalau liburan bisa mencapai Rp450.000.000 per bulan.

“Dulu karyawan Bukit Wisata Pulepayung ada 51 orang. Sekarang setelah COVID tinggal 10 orang. Kita mulai dari nol lagi,” ujar Sukamto. Pada Jumat (21/8/2020) siang, jumlah wisatawan cukup banyak. Pengelola berharap pandemi COVID-19 segera berakhir dan pariwisata di Pulepayung kembali ramai lagi.

Menghadapi new normal, Ketua Pengelola Wisata Pulepayung Suratman dan para pengelola lainnya bersemangat untuk melayani para wisatawan. Petugas parkir, penjual karcis masuk, juru foto, petugas kebersihan, dan lainnya telah siap menyambut kunjungan wisatawan. Bagi warga Hargotirto, kedatangan wisatawan adalah berkah. Maka harus disambut dan dilayani dengan sepenuh hati. (Ono/Siberindo)