Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

SD Negeri Jadi Gudang Mesin Judi, Polres Langkat Bungkam soal Pemilik.

2 min read
SD Negeri Jadi Gudang Mesin Judi

SD Negeri Jadi Gudang Mesin Judi

 

Langkat | Intipos.com – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Sebuah bangunan Sekolah Dasar Negeri 050655 di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mendadak viral setelah video puluhan mesin judi jenis tembak ikan tersimpan di dalamnya beredar luas di media sosial. Rabu (30/07/25)

 

Bangunan sekolah yang sudah tidak aktif ini kini berubah fungsi menjadi gudang penyimpanan alat perjudian. Ironis, fasilitas negara yang seharusnya dijaga dan diawasi, malah menjadi tempat praktik yang jauh dari dunia pendidikan.

 

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Pandu Hikma Winata Batubara, saat dikonfirmasi pada Rabu (30/7), hanya menjawab singkat, “Sudah ditangani Polsek Bahorok, Pak.”

Baca Juga  Pelari Mancanegara Terpukau Keindahan Danau Toba di Trail of The Kings UTMB 2026

 

Namun ketika ditanya lebih lanjut soal siapa pemilik mesin judi, dari mana asalnya, dan bagaimana bisa masuk ke lingkungan sekolah negeri—tidak ada jawaban lanjutan.

 

Belum adanya kejelasan lebih lanjut memunculkan tanda tanya baru di kalangan masyarakat. Jika benar sudah ditangani, seharusnya sudah ada informasi dasar seperti siapa pemilik, berapa jumlah mesin, dan bagaimana proses masuknya ke lokasi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Gembira Ginting, S.Pd, M.PdA, dalam video klarifikasi yang beredae menyampaikan bahwa sekolah tersebut memang sudah dua tahun tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga  Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Sumut Sukses Tunjukkan Kapasitas Tuan Rumah Internasional

 

“Sudah lama tak aktif. Soal video yang viral itu, saya menilai ada pihak yang sengaja menyebarkannya dengan niat yang kurang baik,” ujar Gembira Ginting.

 

Meski begitu, fakta bahwa sekolah kosong dibiarkan tak terurus hingga bisa dijadikan gudang mesin judi tetap tak bisa dikesampingkan. Pengawasan aset negara menjadi sorotan tajam, begitu pula peran aparat yang seolah memilih bungkam ketimbang terbuka.

 

Publik berharap bukan hanya mesin-mesin itu yang diangkat keluar dari sekolah, tapi juga kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas semua ini. (Ay29)