Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Rutan Tanjung Pura Laksanakan Penambahan 25 Ekor Kambing ke Lahan Ketapang, Karutan Fransisco Pandia Pimpin Langsung Kegiatan

2 min read

Halo #sahabatrutpura

_____________________

 

LANGKAT –  Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Pura melaksanakan kegiatan penambahan 25 ekor kambing ke lahan Ketapang yang berada di wilayah pengelolaan Rutan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan (Karutan) Tanjung Pura, Fransisco Pandia, sebagai bentuk nyata optimalisasi pemanfaatan lahan produktif milik negara. Rabu (11/03)

Kegiatan penambahan kambing ini merupakan kegiatan yang akan mengasah skil warga binaan yang terus dikembangkan oleh Rutan Tanjung Pura. Sebanyak 25 ekor kambing ditempatkan di lahan Ketapang yang telah disiapkan sebagai area peternakan terpadu, guna mendukung kegiatan produktif dan pemberdayaan ekonomi di lingkungan Rutan.

Baca Juga  Bobby Nasution Dukung Penataan Kota dan Penguatan Pelayanan Publik di Tanjungbalai

Dalam kesempatan tersebut, Karutan Fransisco Pandia beserta jajaran pejabat turut memantau langsung kondisi kawasan Ketapang secara menyeluruh. Beliau meninjau area kolam ikan yang telah dikelola secara aktif, serta melihat perkembangan area kebun yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan hortikultura oleh warga binaan.

Karutan Fransisco Pandia menyatakan bahwa pengembangan lahan Ketapang sebagai kawasan produktif merupakan komitmen Rutan Tanjung Pura dalam mendukung program pembinaan warga binaan yang berbasis kemandirian.

“Kita ingin lahan ini benar-benar memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun bagi negara. Dengan adanya peternakan kambing, kolam ikan, dan kebun, diharapkan warga binaan memiliki keterampilan yang dapat mereka gunakan setelah bebas,” ujarnya.

Baca Juga  Kafilah Asahan Raih Juara Umum V di MTQ ke-40 Provsu, Bupati Taufik Apresiasi Semua Pihak

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara pengelolaan sarana pemasyarakatan dengan program pembinaan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan lembaga pemasyarakatan yang produktif, manusiawi, dan berdaya guna bagi masyarakat.