Renggut 4 Korban, Pemkab Asahan Berduka Akan Usut Tuntas Tragedi Longsor Tambang Ilegal di Marjanji Aceh
2 min read
Pemkab Asahan Berduka Akan Usut Tuntas Tragedi Longsor Tambang Ilegal di Marjanji Aceh
Asahan | Intipos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menyampaikan duka cita yang mendalam dan akan segera berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) juga pihak terkait untuk mengusut tuntas penyebab serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas musibah tragedi longsor tambang batu padas diduga ilegal yang merenggut 4 korban, 3 meninggal, 1 luka berat di Desa Marjanji Aceh Kecamatan Aek Songsongan.
“Kami, atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan turut berduka cita sedalam dalamnya dan mendoakan agar para korban diterima di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin SSos,MSi, jum’at (5/9/2025) sembari mengatakan aktivitas tambang diduga ilegal yang membahayakan keselamatan warga tidak dapat ditoleransi dan akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Asahan menugaskan Wakil Bupati Rianto, S.H., M.AP., bersama OPD teknis yakni Kepala BPBD, Kadis Perhubungan, Kadis Kominfo, dan Kasat Pol PP untuk meninjau langsung lokasi kejadian. Peninjauan ini tidak hanya memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik serta memberikan pendampingan bagi keluarga korban, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melindungi keselamatan masyarakat dan memastikan setiap kegiatan pertambangan di wilayah Asahan memiliki izin yang resmi.
Pemkab Asahan menegaskan komitmennya untuk terus melindungi keselamatan masyarakat. Setiap bentuk usaha pertambangan di tengah masyarakat harus dijalankan sesuai aturan, memiliki izin resmi, serta memenuhi standar keamanan yang jelas. Hal ini menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan masyarakat Asahan yang Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan.
Berikut 3 korban yang meninggal bernama Rijal Siagian (42), Sarpin (52), dan Sahroni Siahaan alias Konit (40) dan 1 korban luka berat bernama Edianto (40) dan sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Aek Songsongan sebelum dirujuk ke RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran.(Intipos.RS).
