Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Proyek Pengaspalan Jalan Bantuan Provinsi Diduga di Kerjakan Asal Jadi

2 min read
Proyek Pengaspalan

INTIPOS | OKI – Proyek pengaspalan jalan yang bersumber dari Dana Bantuan Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diduga kuat dikerjakan asal jadi, baru selesai dibangun akhir tahun 2020 ini proyek jalan aspal di Desa Cahaya Maju Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI ini sudah mengalami kerusakan parah.

Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (LPKP) Kabupaten OKI, Alifiah, menyebutkan rusaknya proyek jalan tersebut diduga rendahnya kualitas bangunan, serta lemahnya pengawasan.

baca juga : Doni Monardo Apresiasi Penanganan COVID-19 di Jabar

Dari pantauan di lokasi pembangunan proyek jalan itu, lanjut Alifah, ditemukan sejumlah titik jalan sudah rusak padahal proyek tersebut baru dibangun akhir tahun ini.

Baca Juga  Proyek Bola Soba Rp10,7 Miliar di Bone Mangkrak, LSM Minta Propam Polda Sulsel Turun Tangan

Pihaknya juga pernah mengkonfirmasi ke Dinas PU Penataan Ruang Kabupaten OKI, dikatakan bahwa proyek tersebut bukan wewenang Dinas PUPR OKI, melainkan pihak provinsi, katanya.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai NasDem H Agustam, SE, M.Si menuding, pelaksanaan proyek tersebut dampak dari tidak adanya pengawasan dalam pengerjaanya, sehingga proyek itu hasilnya berkualitas rendah, padahal dengan anggaran super jumbo dan mengaku sangat kecewa, apalagi lokasi pekerjaan proyek merupakan daerah asal pemilihannya, “Saya sudah laporkan ke Dinas PUPR Kabupaten OKI dan Provinsi termasuk kepada Dewan Provinsi,” ucapnya kemarin.

Baca Juga  Proyek Bola Soba Rp10,7 Miliar di Bone Mangkrak, LSM Minta Propam Polda Sulsel Turun Tangan

baca juga : https://siberindo.co/29/12/2020/menteri-risma-bansos-mulai-disalurkan-4-januari-2021/

Dalam laporan tersebut, lanjut Agustam, disertakan foto-foto proyek pengaspalan jalan sebanyak 34 titik yang mengalami kerusakan, itu sebulan lalu, tapi sampai sekarang belum diperbaiki, imbuhnya.

Masih kata dia, sebelumnya pihak kontraktor sempat memperbaiki bangunan itu, namun baru dua minggu sudah rusak lagi, hal ini saya beranggapan bahwa proyek tersebut cepat rusak karena memang kualitas bangunan yang rendah, bukan karena dilewati kendaraan kendaraan bertonase berat dan Proyek itu bersumber dari dana bantuan gubernur yang diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur di Kabupaten OKI, tutupnya.(wal)