Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Polisi Banyuasin Bantah Isu Penculikan 3 Petani

2 min read
Polisi Banyuasin Bantah Isu Penculikan 3 Petani

Polisi Banyuasin Bantah Isu Penculikan 3 Petani

Banyuasin | Intipos.com  – Sempat menjadi DPO terlebih dulu tiga orang petani yang merupakan warga Desa Upang Induk Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan tersebut, setelah ditangkap polisi bukan diculik, ketiga orang itu ditangkap polisi tersangkut kasus perusakan lahan PT. Ar.

Viralnya Isu penculikan itu sendiri, dilakukan penyelidikan pihak Polres Banyuasin Polda Sumsel berawal datang dari bos ketiga petani karena tidak terima anak buahnya ditangkap dan polisi sudah mengantongi identitas bos yang dimaksud.

Ketiga petani yang ditangkap itu ditangkap polisi bukan di diculik bernama Heriyanto, Amiruddin, dan Pateno, pada 3 November 2023 lalu dan ketiganya ditangkap dirumahnya masing-masing disaksikan oleh keluarganya semua.

Baca Juga  Dalam Kurun 2 Bulan, Lima Pelaku Perjudian Diamankan Polres Langkat

Pihak keluarga menyampaikan kepada bosnya bahwa Heriyanto, Cs bukan ditangkap polisi, melainkan dibawa kabur orang tidak dikenal (OTK). “Mereka diculik”, begitu penjelas Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Kurniawan Azwar sekaligus membantah isu penculikan itu pada Jum’at (10/11/2023) yang lalu.

Saat kita tangkap ketiganya ketika itu, sudah sesuai prosedur dengan menunjukkan sprin (surat perintah) penangkapan ke keluarga mereka dan ditembuskan ke Kades setempat, lanjutnya.

Untuk saat ini Polisi masih memburu Bos dari 3 Petani dan yang disebut-sebut Bos ketiga petani itu, merupakan pemain lama dan residivis dari kasus perusakan lahan.

Baca Juga  Dalam Kurun 2 Bulan, Lima Pelaku Perjudian Diamankan Polres Langkat

Lanjut Kasatreskrim laporan anggota sekuriti perusahaan ketika itu sedang melaksanakan patroli ke areal kebun sawit. Ternyata setelah sampai di areal dua pondok pemantau sudah dibakar oleh terlapor yang tidak dikenal dan 520 batang pohon sawit juga dirusaknya yang membuat Perusahaan itu mengalami kerugian hingga Rp 350 juta.

Bagi ketiga pelaku kita kenakan pasal 170 KUHPidana atau Pasal 406 KUHPidana tentang tindak pidana perusakan secara bersama-sama, tukasnya. (yok)