Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Pelatihan Olahan Buah Nipah Dorong Ekonomi Perempuan Nelayan

2 min read

Medan | Intipos.com – Upaya pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi lokal terus dilakukan. Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat menggelar pelatihan bertajuk Pemanfaatan Buah Nipah Menjadi Tepung untuk Meningkatkan Pendapatan Perempuan Nelayan Miskin Korban Banjir di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan pada Senin (18/5).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan nelayan dalam mengolah buah nipah menjadi tepung sebagai bahan baku berbagai produk pangan bernilai ekonomi. Selama ini, buah nipah yang melimpah di kawasan pesisir masih belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Ketua tim pelaksana, Putra Afriadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal merupakan salah satu strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Menurutnya, kawasan Medan Marelan memiliki potensi tanaman nipah yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas.

Baca Juga  Influencer TikTok Sumut Turun ke Lintasan, EMAS Karo-Karo Motocross 2026 Makin Semarak

“Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya mempelajari teknik mengolah buah nipah menjadi tepung yang aman dan berkualitas, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai peluang usaha berbasis produk olahan nipah. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan pendapatan keluarga, khususnya bagi perempuan nelayan yang terdampak banjir,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai potensi ekonomi tanaman nipah, teknik pemilihan buah, proses pengolahan menjadi tepung, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran sederhana. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, serta sesi diskusi dan tanya jawab.

Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Putra Afriadi, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua, serta Dra. Fatma Tresno Ingtyas, M.Si., Pasca Dwi Putera, S.E., M.Pd., dan Drs. Robenhart Tamba, M.Pd. sebagai anggota.

Baca Juga  Kadinkes Sumut Tak Hadir Jadi Saksi Kasus Smartboard Langkat, Ini Alasannya ??

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung. Mereka berharap pelatihan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, disertai pendampingan hingga tahap produksi dan pemasaran agar produk tepung nipah mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.

Melalui kegiatan ini, buah nipah diharapkan tidak lagi dipandang sebagai hasil hutan mangrove yang kurang bernilai, melainkan sebagai komoditas yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat pesisir.

 

Selain meningkatkan keterampilan dan pendapatan keluarga, pemanfaatan buah nipah juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. (Ay29)