Panen Raya Padi di Karo, Wagub Surya Pastikan Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
2 min read
Wagub Surya hadiri Panen Raya Padi di Karo
KARO | Intipos.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya memastikan keberpihakan pemerintah kepada petani melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri panen raya padi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Selasa (20/1/2026).
“Melalui momentum panen raya ini, saya ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan petani berjalan sendiri. Kita akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, terutama irigasi, meningkatkan kualitas jaringan udara, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong penerapan teknologi pertanian modern,” ujar Wagub Surya.
Surya menyampaikan, Kabupaten Karo memiliki peran strategis dalam peta pangan Sumut. Panen raya ini juga memberikan dampak ekonomi kepada para petani.
“Desa Lau Mulgap berpenduduk sekitar 1.200 jiwa. Padi menjadi motor utama ekonomi desa. Menggerakkan ekonomi lokal dan menjaga daya beli masyarakat. Panen menciptakan pendapatan bagi puluhan keluarga petani, serta menggerakkan ekonomi lokal dan menjaga daya beli masyarakat,” ucapnya.
Meski dikenal sebagai sentra hortikultura, Menurut Surya, Karo juga berkontribusi sebagai daerah penghasil padi. Hal ini menunjukkan pembangunan pertanian di Sumut berjalan terintegrasi dan saling memperkuat antarwilayah.
Berdasarkan data, produksi padi di Kabupaten Karo pada Desember 2025 diperkirakan mencapai 1.133 ton gabah kering giling (GKG). Sementara total produksi padi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 126.864 ton GKG, dengan nilai perputaran ekonomi sekitar Rp824 miliar.
Menurutnya, capaian bantuan tersebut sejalan dengan berbagai bantuan yang telah disalurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut kepada Kabupaten Karo selama tahun 2025. Bantuan tersebut meliputi benih padi seluas 500 hektar, benih jagung 550 hektar, pestisida 750 liter, pupuk NPK 15 ton, benih cabai merah 14 hektar, serta benih bawang merah 5 hektar.
Selain itu, Pemprov Sumut juga menyalurkan alat dan mesin pertanian berupa mobile pemipil jagung 6 unit, dome pengering surya 5 unit, gudang pascapanen 5 unit, perangkap lalat buah 4.000 unit, handtraktor 4 unit, dan penggarap 9 unit.
“Mari kita jadikan panen raya ini sebagai penguat optimisme dan semangat bersama, bahwa dengan kebijakan yang tepat, infrastruktur yang kuat, dan keberpihakan yang jelas kepada petani, Sumatera Utara mampu berdiri tegak sebagai provinsi yang tangguh dalam ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan panen raya tersebut merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Karo terhadap program swasembada pangan Presiden Republik Indonesia, yang menempatkan pangan sebagai urusan strategis yang mencakup perlindungan bangsa, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
“Oleh karena itu, melalui momentum ini, kami ingin menyampaikan bahwa Kabupaten Karo siap menjadi bagian penting dari gerakan besar nasional, meningkatkan produksi, memperluas tanam, memperkuat irigasi, mendorong modernisasi pertanian, serta menjaga keberlangsungan produksi pangan,” sebutnya.
Ia juga menjelaskan, wilayah Paya Lah Lah merupakan lahan rawa yang berada di Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng, serta telah lama menjadi salah satu sentra pangan strategis Kabupaten Karo.
Luas daerah irigasi rawa Paya Lah Lah tercatat sekitar 3.300 hektare. Pada tahun 2025, lahan yang terkonsentrasi seluas 1.500 hektare yang mencakup tujuh desa, yakni Batu Rongkam, Buluh Pancur, Rambah Tampu, Lau Solu, Lau Mulgap, Tanjung Pamah, dan Mbal-mbal Petarum. Dengan produktivitas padi sawah sekitar 6,66 ton per hektare, produksi padi sawah di kawasan Paya Lah Lah diperkirakan mencapai sekitar 43.956 ton dalam dua musim tanam.
“Ketika pemerintah hadir, pusat program dan daerah bersinergi, dan petani bekerja dengan semangat, maka hasilnya adalah panen, kesejahteraan, dan ketahanan pangan,” tutupnya. (R)
