Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Musda Ke XIX Digelar, Putra Langkat Terpilih Pimpin IMM Sumut  

2 min read

Langkat | Intipos.com __ Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke XIX dilaksanakan di Aula Gedung PKK Langkat, Stabat, Jum’at (15/10/2021).

 

Ketua panitia Joko Arif Setiawan pada laporannya, Musda ini pergantian kepengurusan masa amaliyah IMM Sumut 2018-2020. Terpilih Muhammad Arifuddin Bone dari IMM cabang Langkat sebagai pimpinan IMM Sumut, serta dua belas (XII) Formatur, untuk masa amaliyah 2020-2022.

Generasi Muda Strategis Percepat ‘Herd Immunity’

“Musda baru terlaksana ditahun 2021 dikarenakan pandemi COVID-19,” sebutnya.

 

Pelaksanaan kegiatan ini, tambah Joko, diikuti 10 cabang dan 51 Komisariat IMM se Sumut, berlangsung selama 3 hari  15-17 Oktober 2021.

Baca Juga  Riski Kakek Diduga Edarkan Serbuk Kristal di Lapas Narkotika Klas IIA Pematangsiantar, Kalapas : Kabar Tersebut Tidak Benar

 

Turut hadir Bupati Langkat Terbit Rencana PA, melalui Staf Ahli Bid. SDM, Sosial dan Kemasyarakatan, H. Sujarno, bersama Ketua DPRD Langkat, Sribana PA.

 

Sujarno meyakini, kepengurusan baru semakin memajukan IMM. Mampu menyikapi timbulnya dinamika organisasi dengan cerminan yang baik.

 

Ia pun berharap, IMM sebagai generasi penerus penegak akhlakuk karimah, mampu terus melahirkan kader kader impian umat.  Generasi kebanggan keluarga dan dambaan Ibu Pertiwi, ditengah berbagai godaan duniawi.

Menuju PPKM Level 1, Batubara Tingkatkan Testing Secara Masif

Baca Juga  Kapolres Langkat Tinjau Langsung Renovasi Jembatan Merah Putih Sang Bhayangkara di Secanggang

PW Muhammadiyah Sumut Prof. Hasyimsyah Nasution turut hadir. Ia mengingatkan, IMM sebagai ortom intelektual muda di Muhammadiyah, senantiasa mengedepankan moralitas tinggi dalam menentukan program kegiatan.

 

Ia juga berharap, IMM terus berinovasi membangun keilmuan untuk membangun kepemimpinan masa depan bangsa.

 

Agar kedepan, mampu menghadapi dan bersaing dalam kompetisi persaingan antara negara dan bangsa-bangsa di dunia.

 

“Kalau mau melakukan perubahan apalagi menjadi pemimpin, tingkat kemampuan. Keilmuan itu harus tinggi ” tandasnya.(ay29)