Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

LPG 3 Kg Langka di Bone, Harga Melonjak Meski Kuota Petani Diklaim Bertambah

2 min read

Ilustrasi

Bone | Intipos.com – Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kian menjadi sorotan publik. Kondisi ini memicu keresahan masyarakat sekaligus tanda tanya besar terkait ketersediaan dan pengawasan distribusi gas bersubsidi tersebut.

Sejumlah pihak menyebut melonjaknya permintaan LPG 3 kg di kalangan petani khususnya untuk kebutuhan pompanisasi air di tengah musim kemarau sebagai pemicu utama kelangkaan. Namun, klaim ini justru menuai polemik. Pasalnya, Pertamina dikabarkan telah menyalurkan kuota tambahan LPG 3 kg yang secara khusus diperuntukkan bagi petani.

Ironisnya, di tengah klaim penambahan kuota tersebut, harga LPG bersubsidi di tingkat konsumen justru meroket. Di beberapa wilayah, harga per tabung dilaporkan menembus angka Rp25 ribu hingga Rp35 ribu, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga  Pengurus SMSI Sergai Siap Gelar Muskab I, Dijadwalkan 21 Mei 2026

Seorang agen LPG yang dikonfirmasi beberapa hari lalu, sebut saja HK, membenarkan adanya penambahan kuota LPG 3 kg bagi petani.

“Memang ada tambahan kuota untuk petani. Soal harga, tetap normal seperti biasa dan tidak ada kenaikan,” ujar HK.
Ia menegaskan, peran agen hanya sebatas menyalurkan gas LPG ke pangkalan sesuai alokasi yang ditetapkan.

Namun realitas di lapangan memunculkan persepsi publik tentang dugaan penyimpangan distribusi LPG bersubsidi. Mulai dari permainan harga, kelangkaan buatan, hingga indikasi gas elpiji tidak tepat sasaran, menjadi isu yang ramai diperbincangkan masyarakat. Kelangkaan yang berulang dinilai memperkuat kecurigaan bahwa rantai distribusi LPG 3 kg tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga  HBP ke-62 Kian Semarakkan Pembinaan, Lapas Kelas I Medan Buka Pekan Olahraga dan Seni Narapidana

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari dinas terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan LPG 3 kg maupun langkah konkret pengawasan terhadap lonjakan harga di Kabupaten Bone.

(Rustan)