Kelangkaan LPG di Bone Disorot, Dugaan Penyelundupan Terkuak
1 min read
Bone | Intipos.com – Di tengah sulitnya masyarakat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendapatkan LPG bersubsidi 3 kilogram terutama bagi ibu rumah tangga, publik kembali dikejutkan oleh dugaan penyelundupan ratusan tabung gas bersubsidi. Gas tersebut diduga berasal dari Kabupaten Bulukumba dan hendak diselundupkan ke Morowali, Sulawesi Tengah.
Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya menyebutkan, ratusan tabung LPG 3 kilogram itu diamankan saat hendak dibawa keluar daerah dengan tujuan Morowali. Praktik ini disinyalir memberikan keuntungan besar bagi para pelaku.
Dari pengakuan sopir pengangkut, tabung gas LPG tersebut dibeli di Bulukumba dengan harga sekitar Rp20 ribu per tabung, lalu dijual kembali di Morowali dengan harga mencapai Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per tabung.
Sampai saat ini, mobil pengangkut tabung gas tersebut masih diamankan di Mapolres Bone.
Kasus dugaan penyelundupan ini pun memantik reaksi warga Bone. Salah satunya IR, yang menyoroti kelangkaan LPG bersubsidi di wilayahnya, meski pihak Pertamina sebelumnya mengklaim telah melakukan penambahan kuota.
“Yang aneh, sampai sekarang pihak terkait belum mampu menjelaskan secara pasti apa penyebab kelangkaan gas ini,” ujar IR dan meminta tidak disebut identitasnya, Minggu (25/01/2026).
Ia mempertanyakan apakah kelangkaan LPG 3 kilogram di Bone murni disebabkan tingginya kebutuhan masyarakat, atau justru adanya permainan oknum tertentu di balik distribusi.
“Kelangkaan ini seharusnya menjadi pekerjaan rumah serius bagi aparat penegak hukum. Tinggal pertanyaannya, mau serius mengungkap atau tidak?” pungkasnya.
(Rustan)
