Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Jaga Inflasi Jelang Ramadhan dan Idulfitri, Bobby Nasution Wanti-wanti Daerah Jaga Stok Bahan Pokok

2 min read
Bobby nasution Jaga Inflasi Jelang Ramadhan dan Idulfitri

Bobby nasution Jaga Inflasi Jelang Ramadhan dan Idulfitri

 

MEDAN | Intipos.com Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh daerah di Sumut menjaga ketersediaan stok bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idulfitri. Upaya penting tersebut agar inflasi tetap terkendali dan harga kebutuhan pokok tidak melonjak.

 

Peningkatan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idulfitri hampir setiap tahun terjadi. Hal ini disebabkan tingginya permintaan, tidak hanya dari Sumut, tetapi juga dari provinsi lain.

 

“Jaga betul barang-barangnya, seluruh wilayah di Sumut sama-sama puasa, semua peningkatan kebutuhan bahan pokoknya, daerah lain sering meminta pasokan bahan pokok dari kita, jangan sampai kita kekurangan dan harga-harga jadi naik di daerah kita sendiri,” kata Bobby Nasution pada kegiatan pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (6/2/2026).

 

Bobby Nasution menyarankan salah satu upaya agar bahan pokok tidak keluar ke provinsi lain, yakni dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sejumlah komoditas yang kerap menjadi penyebab inflasi di Sumut antara lain cabai, cabai rawit, tomat, bawang merah, daging sapi, telur, dan ayam. Menurutnya, BUMD dapat membeli langsung dari petani dengan harga yang bersaing sehingga komoditas tersebut tidak berpindah keluar daerah.

Baca Juga  Polres Langkat Tekankan Disiplin, Anti Bullying, Bijak Bermedsos dan Tertib Berlalu Lintas kepada Generasi Z di SMA Persiapan Stabat

 

“Perhatikan betul-betul distribusinya, saya juga minta bantuan kepada Pak Kapolda dan Pak Kajati ikut memonitor ini, Pemda bisa memanfaatkan BUMD-nya, beli langsung ke petani dengan harga yang kompetitif,” kata Bobby Nasution.

 

Berdasarkan data per 2 Januari 2026, inflasi Sumut berada di angka 3,81 persen (yoy), menurun signifikan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 4,66 persen (yoy). Menurut Bobby Nasution, capaian tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam pengendalian inflasi di Sumut.

 

“Akhir tahun lalu, kita berada di urutan keempat inflasi tertinggi, dan sekarang 3,81 persen, angka ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan lebih dari itu, menunjukkan kolaborasi kuat kita menjaga inflasi, menjaga harga-harga barang tetap stabil,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut Rudy Brando Hutabarat menegaskan perlunya komitmen setiap daerah dalam pengendalian inflasi. Hal tersebut tertuang dalam enam peta jalan Pengendalian Inflasi Sumut menjelang Ramadhan dan Idulfitri.

Baca Juga  Bupati Langkat Dorong PMS Jadi Perekat Persatuan di Langkat

 

Kesepakatan keenam tersebut meliputi peningkatan frekuensi gerakan pasar murah, penambahan pasokan daging sapi/kerbau, serta kerja sama dengan produsen daging ayam ras dan telur. Selain itu, juga direncanakan pengendalian kenaikan tarif controlled price, early warning inflasi, serta kerja sama TPID–SPPG agar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak monoton.

 

“Pasar murah misalnya harus dilakukan di pasar tradisional, bukan di kantor kecamatan, kantor wali kota, karena dampaknya akan berbeda, kemudian tarif udara, transportasi, distribusi juga perlu dikendalikan, jangan malah naik saat tekanan inflasi tinggi dan juga kita bersinergi dengan SPPG agar menunya tidak melulu telur, ayam, agar permintaan komoditi ini tidak meningkat,” kata Rudy Brando Hutabarat.

 

Hadir dalam rapat tingkat tinggi tersebut Wakil Gubernur Sumut Surya, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kajati Sumut Harli Siregar, dan Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi. Turut hadir Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut, serta OPD terkait Pemprov Sumut dan kabupaten/kota. (R)