Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

HRD PT TOEZONE Menolak Dikonfirmasi Jurnalis

3 min read
HRD PT TOEZONE Menolak Dikonfirmasi Jurnalis

INTIPOS | BANDUNG – Sungguh miris, seorang HRD sebuah perusahaan produsen sepatu anak anak, PT TOEZONE, menolak dikonfirmasi Jurnalis terkait permasalahan 13 karyawan tetap yang diberhentikan sepihak.

HRD (Human Resource Departement) yang diketahui bernama Tatik Afrianingsih SH itu enggan ditemui Jurnalis dengan alasan belum ada janji sebelumnya. Dan ketika ditanyakan melalui staff nya yang bernama Arman kapan bisa bertemu setelah buat janji, Ia tetap tidak mau bertemu dan diminta konfirmasinya, Senin (24/08/2020).

Tatik Afrianingsih SH sepertinya tidak mengerti tugas jurnalistik dan UU Perss. Ia tidak bersedia dikonfirmasi. Ia menghalang halangi tugas jurnalistik. Bahkan dengan arogannya ia mengatakan silakan tulis saja dimedia.

Dalam Pasal 18 UU No 40 Tahun 1999 tentang Perss disebutkan bahwa
(1)Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dalam hal ini tugas jurnalistik dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Ke 13 karyawan tetap yang diberhentikan sepihak merasa geram dengan perlakuan HRD yang angkuh itu.
Bukannya menerima Jurnalis dengan baik, malah melecehkan dengan tidak mau dikonfirmasi.

Eka Agus Kuswara, salah seorang karyawan yang dirugikan menceritakan kronologis pemberhentian dirinya dan rekan rekannya di PT TOEZONE. Ia mengatakan Bahwa Tanggal 20 Maret 2020 karyawan/ti PT TOEZONE indo mulai di liburkan dan untuk bulan April gaji di bayar 50%.

baca juga : Kembalikan Aura Sungai Citarum, Dansektor 7 Adakan Kontes Burung Berkicau

Pada bulan Mei 2020 karyawan di kumpulkan kembali dan di beritahu untuk bulan Mei 2020 dan seterusnya gaji tidak akan di bayarkan “no work no pay” hanya THR yang di bayar full.

Baca Juga  Polantas Bone Jaring Sejumlah Kendaraan Yang Gunakan Plat Gantung

“Pada bulan Juli 2020 karyawan minta bertemu dengan pihak manajemen perusahaan dengan tuntutan agar dapat dibayarkan 15% dari upah terhitung dari bulan Mei-Juli 2020 sesuai dengan kebijakan perusahaan sebelumnya yang diinformasikan kepada seluruh karyawan selama belum ada kepastian kembali kapan perusahaan akan beroperasi kembali,” kata Ega menjelaskan.

Kemudian bertemu untuk Bipartit pada tanggal 22 Juli 2020 tetapi pihak perusahaan hanya memberikan 10% dari tuntutan. Karyawan tidak menyetujui dan tidak mencapai kesepakatan kemudian di lanjut pada tanggal 24 Juli 2020 tripartit di kantor Disnaker kab Bandung dan mencapai kesepakatan bahwa perusahaan akan memberikan 15% untuk bulan Juli-Agustus 2020 dengan rincian Yang terlampir di kesepakatan tripartit tersebut.

Tanggal 3 Agustus 2020 karyawan di panggil kembali oleh pihak perusahaan dan diberikan pilihan kepada pihak karyawan yang siap bekerja kembali dengan catatan 15% nya di gugur kan di bayar harian. Dan kepada pihak yang belum siap untuk bekerja kembali, kemudian diperintahkan untuk pulang tanpa di pertanyakan alasan kenapa karyawan tersebut menolak untuk kembali bekerja.(HRD PT TOEZONE Menolak Dikonfirmasi Jurnalis)

Untuk pihak yang siap bekerja kemudian membuat kesepakatan bersama dengan perusahaan yang menerangkan bahwa perusahaan akan beroperasi di tanggal 10 Agustus 2020 dengan ketentuan pembayaran dibayar harian sesuai dengan jadwal kerja yang ditentukan perusahaan (tidak full) No work no pay dan 15% untuk Agustus 2020 yang telah disepakati sebelumnya dihanguskan.

Baca Juga  Satlantas Polres Bone Pasang Sejumlah Stiker Pada Kendaraan Yang Melintas

Pada hari Kamis tanggal 13 Agustus 2020 karyawan yang belum siap untuk bekerja kembali mendapat surat panggilan yang dibuat oleh perusahaan dengan tanggal surat 11 Agustus 2020 dan dikirim oleh perusahaan di tanggal 12 Agustus 2020 dan diterima oleh karyawan di tanggal 13 Agustus sore hari dengan isi surat yang menerangkan bahwa saudara sudah mangkir tidak bekerja 2 hari berturut turut dan dipanggil untuk bekerja pada tgl 13 Agustus jam 08.00 pagi , karyawan tidak hadir di tanggal 13 Agustus 2020 selain menerima surat di sore hari dan kalau pun datang sudah tidak jam kerja lagi.

Kemudian hari jumat 14 Agustus 2020 karyawan hadir untuk menanggapi surat tersebut dengan posisi perusahaan sudah diliburkan kembali. Karyawan mencoba menghubungi pihak HRD atau GA untuk mengkonfirmasi tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Tanggal 15 Agustus 2020 dapat lagi surat melalui pos yang menyatakan bahwa kami dianggap mengundurkan diri oleh perusahaan karena sudah menolak bekerja yang dipertanyakan di tanggal 3 Agustus 2020 dan tidak menanggapi surat tanggal 11 Agustian 2020 yang karyawan terima di tanggal 13 Agustus 2020 sore hari.

Untuk surat tanggal 11 Agustus 2020 terdapat perbedaan ttd HRD untuk semua surat yang dikirimkan. Kemudian untuk surat terakhir terdapat perbedaan di kop perusahaan dengan surat sebelumnya, terdapat tulisan tangan dan untuk cap dan tanda tangan tidak langsung tetapi hasil scan. (Tri)