“Hansip Saja Tak Diajak Koordinasi” Sinyal Kuat Permainan Solar Subsidi di Bone
1 min read
Bone | Intipos.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Watampone, Minggu, 29 Maret 2026. Kondisi ini menimbulkan kemacetan di beberapa titik dan memunculkan dugaan adanya praktik penyelewengan distribusi.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU, antara lain di kawasan Palakka, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mangga, Karella, hingga Jalan Bajoe. Kepadatan kendaraan bahkan meluas hingga ke badan jalan di sekitar lokasi SPBU.
Sejumlah warga mengeluhkan lamanya waktu tunggu untuk mendapatkan solar. Mereka juga menyoroti praktik pengisian menggunakan jeriken yang diduga lebih diprioritaskan dibanding kendaraan umum, sehingga memperparah antrean.
Di tengah kelangkaan ini, muncul dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang disebut sebagai “mafia BBM”. Mereka ditengarai leluasa beroperasi tanpa hambatan berarti di sejumlah SPBU.
Praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi ini dinilai merugikan negara sekaligus masyarakat kecil yang bergantung pada solar untuk aktivitas sehari-hari. Warga pun mempertanyakan peran aparat penegak hukum dalam mengawasi distribusi BBM bersubsidi.
Seorang yang diduga terlibat dalam distribusi solar ilegal bahkan mengklaim telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. “Hansip saja tidak diajak koordinasi,” ujarnya, menimbulkan tanda tanya lebih besar mengenai pengawasan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kelangkaan maupun dugaan praktik ilegal tersebut.
(Rustan)
