Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Gubernur Minta Semua Pihak Sinergi Cegah dan Atasi Karhutla di Kawasan Danau Toba

2 min read
Gubernur Minta Semua Pihak Sinergi Cegah dan Atasi Karhutla

Gubernur Minta Semua Pihak Sinergi Cegah dan Atasi Karhutla

 

MEDAN | Intipos.com –  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta semua pihak terkait bersinergi melakukan upaya pencegahan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Danau Toba. Seperti patroli terpadu, pemetaan daerah rawan, penyuluhan kepada masyarakat, pelibatan tokoh adat dan agama dalam kampanye pembakaran lahan.

 

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Togap Simangunsong saat membacakan Arah Gubernur Sumut Bobby Nasution pada Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kawasan Geopark Danau Toba, yang dihadiri di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Dipengoro Nomor 30 Medan, Kamis (17/7/2025).

 

“Dalam beberapa bulan ini, laporan Karhutla terus mengancam ekosistem, merusak keanekaragaman hayati, mengganggu pariwisata, dan menurunkan kualitas udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat,” ucapnya.

 

Togap menyampaikan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut terjadi 80 kejadian Karhutla sejak 1 Januari -13 Juli 2025 dengan luas sekitar 1.804,95 hektare. Dari 80 kejadian tersebut, tercatat 40 kejadian berada di wilayah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yang meliputi wilayah tujuh kabupaten. Sementara 40 kejadian lagi berada di luar wilayah KSPN, yang meliputi 14 kabupaten/kota.

Baca Juga  Walkot Wesly Hadiri Pelantikan Apel Kebangsaan GAMKI Siantar

 

Seperti diketahui, kawasan Danau Toba telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark ekologi, yang memiliki nilai-nilai, geologi, dan budaya yang sangat tinggi. Namun kawasan ini juga rentan terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas pembakaran lahan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

 

Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih melaporkan, data Karhutla di luar KSN Danau Toba seperti Kabupaten Tapanuli Tengah (10 kejadian), Padanglawas Utara (7), Sibolga (5), Langkat (4), Labuhanbatu Utara (2), Nias Utara 2), Padanglawas (2), Tapanuli Selatan (2), Batubara (1), Deliserdang (1), Mandailing Natal (1), Nias Barat (1), Sergai (1), dan Kota Padangsidimpuan (1). Sedangkan Karhutla yang terjadi di wilayah KSPN meliputi Kabupaten Samosir (12), Toba (9), Karo (8), Simalungun (4), Humbanghasundutan (3), Tapanuli Utara (2), dan Dairi (3).

Baca Juga  Ketua PKK Siantar Tinjau Pemeriksaan Massal Inspeksi Visual Asam Asetat IVA

 

“Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas antara pemerintah provinsi, TNI/Polri, pemerintah kabupaten/kota, kementerian, dan perangkat daerah terkait lainnya untuk melakukan kesiapsiagaan dalam rangka penyelenggaraan penanggulangan bencana karhutla,” ucapnya.

 

Turut hadir pada rapat tersebut Kepala BMKG Wilayah I Sumut Hendro Nugroho, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan Thomas Nifinluri, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumut, unsur Forkopimda Sumut, pemerintah kabupaten/kota di tujuh wilayah KSPN Danau Toba. (RR)