Diduga Malpraktik, Keluarga Korban Lapor Polisi
2 min readBone | Intipos.com – Keluarga Muh Arshaka, usia satu bulan yang meninggal dunia di Rumah Sakit Tenri Waru Bone setelah menjalani perawatan di Klinik An Nur Nisa, melaporkan ke Mapolres Bone.
Warga Kelurahan Lonrae, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini merasa Muh Arshaka anaknya telah menjadi korban malpraktik petugas kesehatan di klinik itu, kata Novitasari Ibu korban, usai memberikan keterangan di hadapan polisi, Rabu (21/6 /2023).
Kepada polisi, Novitasari , orang tua korban itu menguraikan kronologi dugaan malpraktik yang menimpa anaknya itu. Intinya, kepada polisi dia bercerita bahwa anaknya meninggal dunia usai menjalani perawatan pada juni lalu.
Kepala Klinik An Nur Nisa Dr. Ahmad Gasim menjelaskan ke wartawan intipos.com, penanganan medik Muh Arzahaka selama 4 hari, nanti hari kelima tanggal 7 juni ini pulang paksa .
Pertama menolak tindakan kemudian tidak di pulangkan karena di hari pertama ,kedua dan di hari ketiga kondisinya mulai membaik dan hari keempat mulai bengkak .
Lanjut Ahmad Gasim, di klinik itu untuk ibu bayi – bayi cenderung di tegur karena pasien itu tidak boleh di gendong supaya tidak banyak bergerak karena di infus apalagi anak bayi pembuluh darahnya tidak sekuat anak yang besar .
Masih kata dia , apalagi kasus yang diderita bayi yang meninggal itu penyakitnya berat, banyak kasus di klinik saya,” bayi yang keluar membaik tetapi setelah 2 hari keluar kemudian meninggal karena bisa jadi penyakitnya itu muncul dan itu tidak bisa kita prediksi.”
Kami pihak klinik beserta staf turut berduka , kita tidak bisa berbuat apa -apa karena semua itu kehendak Tuhan, dokter saja yang tidak sakit bisa saja mati besok dalam keadaan sakit siapa yang bisa prediksi, imbuhnya. (A. Hedar)