Diduga Ada Orang Ketiga, Sekitar 40Hektar Lahan Kebun Warga Dirusak Oleh Diduga Oknum TNI
2 min read
INTIPOS | LANGKAT – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) seharusnya dapat melindungi masyarakat sesuai dengan tugas nya melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Sabtu (05/12/20). Namun, ada satu hal yang mencoreng nama baik TNI yang mana, pada Jum’at (20/11/20) Diduga oknum TNI melakukan pengerusakan Lahan kebun Milik warga di Dusun Patok 18 Desa Paya Tusam Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.
Menurut keterangan beberapa warga yang juga menjadi korban pengerusakan lahan kebun yang dilakukan oleh Diduga Oknum TNI.
Bapak Agus Sutoyo 50tahun Warga Dusun Patok 18 Desa Paya Tusam Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat ketika dikonfirmasi mengatakan
” Mereka tiba-tiba saja datang ke kebun kami dan tanpa bicara apapun langsung merusak kebun kami pakai Beko itu (ekskavator) ” ujarnya.
Dalam pengerusakan tersebut diketahui ada 2 orang diduga oknum TNI dengan menggunakan truk penggangkat Alat berat, dan lahan dirusak diduga oknum TNI tersebut seluas kurang lebih 40 Hektar.
Tak hanya Bapak Agus Sutoyo saja yang dirusak Lahan Kebun nya, namun ada warga lainnya bernama Primsa Bahtera Artedi PA juga harus mengalami kepedihan yang disebabkan lahan kebun karetnya dirusak oleh diduga Oknum TNI Tersebut.

” Habis kebun ku dibuat orang itu, apa lah salah kami sama dia, padahal mereka TNI yang seharusnya melindungi masyarakat kecil seperti kami ini ” ungkapnya
Atas kejadian tersebut warga merasa keberatan dan pada 20/11/20 skitar pukul 15:00wib Bapak Primsa Bahtera Artedy PA mengirim pesan melalui VIA Whats’app langsung ke DanSub Pom Langkat Di Pangkalan Brandan Kapten Wahyudi.
Pesan pun tersebut diterima oleh Kapten Wahyudi dan langsung ditanggapinya dengan menelpon Langsung Bapak Primsa.
baca juga : https://siberindo.co/04/12/2020/hashim-djojohadikusumo-siap-diperiksa-kpk/
Beliau pun mengatakan kepada Bapak Primsa untuk jangan memviralkan dan menyebarluaskan peristiwa ini.
” benar atau tidak itu oknum TNI, mohon jangan diviralkan dan disebarluaskan ” ungkap Primsa menirukan ucapan Kapt Wahyudi di telepon.
Keesokan harinya, beberapa diduga Oknum TNI datang untuk meninjau lokasi pengerusakan dan kemudian kegiatan ekscavator berhenti.
Dari pandangan sisi lain Bapak Agus Sutoyo bahwa kegiatan diduga Oknum TNI tersebut yang jelas bukan merupakan tugas pokok TNI, namun diduga ada orang ketiga yang mendalangi Pengerusakan Lahan kebun milik mereka.(Ay29)
