Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Ciptakan SDM Mandiri, Lapas Lubuk Pakam Luncurkan Pelatihan Tataboga & Barbershop

2 min read

DELISERDANG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Laksanakan Pembukaan Pelatihan Tata Boga dan Barbershop Pada Senin (15/09/2025).

Kegiatan yang berlangsung di aula terbuka lapas lubuk pakam ini dipimpin oleh Plh. Kalapas Lubuk Pakam, Yanto Simanjuntak yang didampingi oleh Kasi Binadik & Giatja, Bastian Manik dan Kasubsi Bimker, Helenki Tarigan.

“Pada hari ini digelar kegiatan pembukaan pelatihan tataboga dan barbershop yang bekerja sama dengan LKP Adlia Mahardika” ucap Kalapas

Kegiatan ini diikuti oleh 50 (lima puluh) warga binaan yang telah diseleksi sesuai minat dan bakat. Pelatihan akan berlangsung selama 2 (dua) minggu dengan bimbingan instruktur berpengalaman dari LKP Adlia Mahardika.

Baca Juga  Pemko dan Polres Gelar Rapat Persiapan Peringatan Harlah Siantar ke-155 Tahun

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan sambutan Plh. Kalapas Lubuk Pakam, penandatanganan PKS, dan penyerahan tanda peserta kepada WBP.

Dalam Sambutannya Plh. Kalapas menyampaikan Program pembinaan ini adalah bentuk nyata kepedulian negara dalam memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan.

“Melalui keterampilan tataboga dan barbershop, kami berharap warga binaan dapat memiliki kemampuan produktif sehingga mampu mandiri dan tidak kembali melakukan kesalahan yang sama. Mari kita jadikan kesempatan ini sebagai jalan menuju perubahan yang lebih baik”, ujar Yanto.

Sementara itu, Ketua Tim LKP Adlia Mahardika, Natalia br. Sibuea S.Pd dalam amanatnya mengatakan merasa bangga bisa turut serta dalam membina warga binaan Lapas Lubuk Pakam.

Baca Juga  Optimalkan Tata Kelola Kehutanan, Bupati Asahan Hadiri Sosialisasi Pencabutan Izin Pemanfaatan Hutan

“Kami merasa bangga bisa turut serta dalam membina warga binaan Lapas Lubuk Pakam. Tataboga dan barbershop adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan di masyarakat. Kami berkomitmen memberikan pelatihan terbaik, sehingga peserta dapat menguasai ilmu yang bermanfaat dan siap terjun di dunia kerja maupun usaha mandiri setelah bebas nantinya”, tutup Natalia.

Harapannya, warga binaan tidak hanya mampu menguasai keterampilan praktis, tetapi juga dapat memiliki bekal wirausaha setelah kembali ke masyarakat. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk terus belajar, memperbaiki diri, serta memiliki kepercayaan diri menghadapi kehidupan baru di tengah masyarakat.