Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Banjir Kota Tebingtinggi dan Responsibilitas “Pj” Setara Wali Kota Definitif

3 min read
Banjir Kota Tebingtinggi

Banjir Kota Tebingtinggi

Oleh Ir Zulfikar Tanjung

Tebingtinggi kembali diterpa banjir pada Jumat (11/10/2024), menyisakan keprihatinan dan tantangan bagi warga yang tinggal di bantaran Sungai Bahilang. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu peningkatan debit air sungai, yang menyebabkan permukiman warga tergenang air setinggi sepinggang. Di tengah krisis ini, Penjabat (Pj) Wali Kota Tebingtinggi, Dr. Moettaqien Hasrimi, S.STP, M.Si, menunjukkan responsibilitas yang tidak kalah dengan kepala daerah definitif.

Di usianya yang masih relatif muda dan sebagai alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Moettaqien hadir langsung di tengah-tengah warga yang terdampak. Ia tidak hanya meninjau dari kejauhan, tetapi juga menceburkan diri ke dalam air setinggi sepinggang, berbaur dengan masyarakat yang terjebak banjir. Tindakannya ini menjadi simbol nyata dari kepemimpinan yang sigap dan empatik, yang tentunya layak diakui.

Tidak hanya sekadar hadir di lokasi, Pj Wali Kota juga membawa bantuan berupa makanan siap saji, bahan pangan pokok, dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan warga. Respons cepat ini, didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait, menjadi bukti bahwa penanganan krisis berjalan optimal. Selain bantuan langsung, dapur umum juga didirikan di beberapa titik untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa banjir berlangsung.

(Kesigapan dalam Evakuasi)

Salah satu momen krusial yang mencerminkan kepemimpinan Moettaqien adalah saat ia ikut terlibat dalam proses evakuasi seorang ibu hamil sembilan bulan yang terjebak banjir di rumahnya, Jalan Toba, Kelurahan Satria, Kecamatan Padang Hilir. Dalam situasi yang cukup menegangkan, di mana ketinggian banjir mencapai 120 cm, Moettaqien tampak naik perahu karet BPBD untuk mengevakuasi sang ibu dari tengah kebun sawit yang terendam banjir.

Baca Juga  Ricky Anthony Dukung Pagelaran Seni Budaya dan Suroan Nusantara 2026 di Langkat

Evakuasi tersebut berjalan lancar dan menjadi contoh nyata dari sikap kepemimpinan yang tidak hanya mengatur dari atas, tetapi turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya.

Keterlibatan langsung dalam tindakan darurat semacam ini menandakan bahwa Moettaqien memiliki tingkat tanggung jawab yang tinggi—sesuatu yang sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin, baik pejabat sementara maupun definitif. Kegigihan dan keberanian seperti inilah yang dapat menumbuhkan rasa percaya dari masyarakat terhadap pemerintah daerah.

(Potensi Kepemimpinan)

Sebagai alumni STPDN, Moettaqien jelas telah dibekali dengan berbagai keterampilan teknis dan kepemimpinan sejak dini. Pendidikan di STPDN, yang menekankan disiplin, pengabdian pada masyarakat, serta kemampuan manajerial, jelas terlihat dalam langkah-langkah yang diambilnya saat menangani bencana banjir.

Sikap tanggapnya dalam menghadapi krisis menunjukkan kemampuan dalam hal koordinasi lintas instansi dan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat—kualitas penting bagi seorang pamong praja yang sejati.

Moettaqien juga memberikan himbauan keselamatan kepada warga, mengingatkan agar selalu waspada terhadap kenaikan debit air Sungai Bahilang. Ia menegaskan bahwa warga harus segera mengungsi jika air terus meningkat, sambil memastikan tim pemerintah tetap memantau situasi.

Ini adalah contoh lain dari pendekatan yang berorientasi pada keselamatan publik, di mana seorang pemimpin tidak hanya bereaksi, tetapi juga proaktif dalam mencegah dampak buruk yang lebih besar.

(Menuju Kepemimpinan Sejati)

Tindakan Pj Wali Kota Tebingtinggi dalam menangani banjir mencerminkan potensi besar sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan berempati. Namun, untuk lebih memantapkan langkahnya menuju jabatan kepala daerah definitif, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Baca Juga  Komisi 1 DPRD Kota Medan Menggelar Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan II

Pertama, Moettaqien perlu terus membangun track record kepemimpinan yang berkelanjutan, tidak hanya dalam situasi tertentu, tetapi juga dalam pembangunan jangka panjang. Masyarakat perlu melihat program-program inovatif yang menyelesaikan masalah sosial secara sistematis dan terukur, seperti perbaikan infrastruktur drainase kota dan upaya mitigasi bencana alam.

Kedua, pemimpin sejati harus bisa mendengarkan aspirasi masyarakat dengan lebih intensif dan membangun komunikasi yang lebih terbuka. Keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, khususnya dalam kebijakan publik, akan memperkuat legitimasi kepemimpinan Moettaqien di mata warga.

Ketiga, kematangan emosional dan kebijakan yang inklusif adalah kunci. Sebagai pemimpin yang masih muda, Moettaqien memiliki kesempatan untuk membangun budaya birokrasi yang lebih modern dan transparan, di mana keterbukaan dan inovasi menjadi landasan bagi tata kelola pemerintahan.

(Kesimpulan)

Banjir yang melanda Kota Tebingtinggi dan tanggapan cepat dari Pj Wali Kota Dr. Moettaqien Hasrimi menunjukkan bahwa ia memiliki kualitas kepemimpinan yang setara dengan wali kota definitif. Keberanian, responsibilitas, serta kepekaannya terhadap kebutuhan masyarakat adalah ciri-ciri pemimpin yang diharapkan oleh warga.

Dengan terus meningkatkan kualitas kepemimpinannya, Moettaqien berpotensi besar untuk menjadi kepala daerah definitif yang mampu membawa Tebingtinggi menuju arah yang lebih baik. Di masa depan, kita membutuhkan pemimpin pamong sejati yang tidak hanya memimpin dari balik meja, tetapi terjun langsung melayani masyarakat dengan dedikasi penuh. (Penulis Bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers)