Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Antusias Vaksin Masyarakat Harus pada Jalan yang Benar

4 min read

 

 

Medan || Intipos.com __ Semakin besarnya antusias masyarakat di Propinsi Sumatera Utara bervaksin merupakan indikasi tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) secara baik.

Indikasi ini cukup bagus namun implementasinya harus menjadi perhatian pemangku amanah propinsi ini mulai Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) hingga aparat kompeten di tingkat paling rendah, agar indikasi ini tetap berada pada jalan yang benar.

Artinya, indikasi antusias yang hingga Senin (2/8/21) tersebut kelihatan masih cukup tinggi diharapkan sejalan dengan kuatnya komitmen disiplin protokol kesehatan (prokes). Jadi masyarakat tidak boleh merasa kebal usai mendapatkan vaksinasi.

Mungkin sebagian masyarakat menganggap bahwa vaksinasi Covid-19 memberikan kekebalan tubuh sehingga membuat mereka menjadi mengabaikan prokes. Padahal, masih ada kemungkinan tertular virus ini meski telah divaksin, sehingga prokes harus tetap dilakukan.

Ini yang harus terus disosialisasikan pemerintah sehingga tingginya antusias bervaksin masyarakat di Propinsi Sumut tetap berada pada jalan yang benar, bukan sebaliknya mereka berbondong-bondong bervaksin karena ingin melonggarkan prokes.

Masyarakat harus paham betul, untuk mengendalikan pandemi maka dibutuhkan berbagai macam upaya kesehatan. Saat di awal sebelum ada vaksin, masyarakat diajak menerapkan protokol kesehatan. Kemudian setelah vaksin tersedia, prokes tetap saja ada, sehingga dapat diartikan bahwa vaksin adalah untuk melengkapi prokes.

Masyarakat harus paham betul, meski sudah divaksinasi bukan berarti kebal dan tidak bisa terinfeksi sama sekali. Vaksin mempersiapkan kekebalan ketika virus masuk tubuh kita, tetapi harus tetap melakukan protokol kesehatan supaya virusnya tidak sampai ke dalam tubuh kita.

(Antusias Tinggi)

Semakin besarnya antusias masyarakat di Prooinsi Sumut untuk bervaksin dapat dilihat dari beberapa parameter evaluasi perkembangan dan tindak lanjut PPKM Level II, III dan IV di Propinsi Sumut termasuk Kota Medan sebagai ibukota provinsi ini.

Pada Senin (2/8/21) data yang ada di Pemprov Sumut terdapat update data hingga awal bulan ini capain di atas nasional di beberapa provinsi termasuk Propinsi Sumut.

Baca Juga  HBP ke-62 Kian Semarakkan Pembinaan, Lapas Kelas I Medan Buka Pekan Olahraga dan Seni Narapidana

Capaian vaksin dosis 1 dan 2 terus mengalami peningkatan. Seminggu yang lalu ini di Propinsi Sumut mengalami peningkatan yang sudah mencapai 16 persen dosis 1 dan 9 persen dosis ke 2.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengemukakan capaian ini akan terus ditingkatkan.Mengenai masih tingginya masyarakat yang terpapar Covid-19, Gubernur dan Forkopimda akan membantu kabupaten/kota dengan mengerahkan semua sumber daya yang ada di provinsi berkoordinasi dengan Bupati dan Walikota.

Komitmen Gubernur Sumut patut diberi acungan jempol kemudian juga diharapkan bersama Pemkab dan Pemko harus memonitor penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di masyarakat terutama di tingkat desa/RT/RW yakni penerapan 3M dan 3T juga 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan menghindari mobilitas serta protokol kesehatan lainnya termasuk vaksinasi.

Memonitor Prokes dari hulu ini sangat penting untuk memberi kesadaran masyarakat akan bahaya dari virus ini dan juga memutus mata rantai penyebaran sekaligus memberi pemahaman bahwa vaksinasi adalah pelengkap prokes, bukan melonggarkan prokes.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sendiri juga mengatakan tetap menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat yakni menyatukan visi bersama Forkopimda untuk menghentikan pandemi ini.

Gubsu menyatakan pihaknya akan berusaha sekuat tenaga untuk menurunkan pandemi ini dengan menyatukan visi bersama Forkopimda. Yang terus meningkat ini di Kota Medan, karena kota Medan sebelumnya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat.

Edy Rahmayadi menambahkan dengan terus meningkatnya jumlah kasus positif di Sumut, Pemprov Sumut akan kembali mengaktifkan Rumah Sakit darurat/isolasi terpusat yakni RS Martha Friska II, Asrama Haji Medan, eks RS Lions Club dan Wisma Atlet Jalan Pancing. Keseluruhan dapat menampung 1.000 tempat tidur.

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian juga mengingatkan upaya pengendalian penanganan lonjakan kasus dikerjakan dengan fokus, serius dan kompak serta perlunya inovasi dan kreativitas penanganan.

“Untuk di hulu kita lakukan pengetan Prokes, menekan mobilitas, serta kerumunan. Sedangkan di hilir memperkuat kapasitas kesehatan dan memiliki sekenario apabila menghadapi situasi kontinjensi,” katanya.

Baca Juga  Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan

(Bukan Kebal)

Beberapa parameter yang disebutkan tadi menggambarkan antusiasme masyarakat terhadap vaksin semakin tinggi yang tentunya diharapkan berkolerasi dengan semakin disiplin prokes dan pandemi semoga semakin terkendali.

Hanya saja diakui masih perlu disosialisasikan secara konprehensif agar masyarakat tidak boleh merasa kebal usai mendapatkan vaksinasi kemudian melonggarkan prokes. Sebab ini belum saatnya.

Masyarakat Indonesia termasuk Sumut belum bisa melonggarkan prokes sebab data menunjukkan masih seberapa tinggi tingkat penularan Covid-19 di negara ini. Terkait kini sudah ada negara yang melonggarkan prokes hal itu karena penularan virus di sana sudah rendah. Jadi masyarakat harus didiseminasi pintar menyukapi berita yang ada.

Faktanya, penularan virus ini masih terjadi di Indonesia. Jadi masyarakat tetap harus bersabar dan taat melakukan prokes. Dukung pemerintah melakukan vaksinasi dan pada masanya nanti, pemerintah menyampaikan kapan boleh melonggarkan prokes.

Memang ketersediaan vaksin merupakan harapan yang sangat besar dan ditunggu semua orang di masa pandemi Covid-19. Diharapkan vaksin mampu menjadi solusi mengakhiri pandemi. Meski begitu kehadiran vaksin yang sudah diimpor pemerintah tidak berarti melonggarkan protokol kesehatan (prokes).

Perlu diingatkan, ketersedian vaksin ke depan bukan berarti kita mengabaikan protokol kesehatan yang sudah dijalankan saat ini.

Proses vaksinasi yang akan dilakukan ke depan tentunya juga menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. Proses vaksinasi membutuhkan waktu untuk persiapan menjangkau semua khalayak.

Selain itu efektifitas vaksin idealnya diharapkan di atas 70 persen dan aman diberikan kepada masyarakat. Yang terpenting dari semua itu harus dapat membangun kepercayaan terhadap pelaksanaan vaksinasi ini bisa diterima oleh masyarakat ke depan. Di mana  pemerintah harus memberikan informasi yang lengkap dan utuh serta mudah diakses masyarakat.

Menghadapi pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan tindakan pencegahan individu, tidak hanya melindungi diri kita, tetapi juga orang lain. (Ir Zulfikar Tanjung)