Antisipasi Lonjakan Arus Balik Pemudik, Jajaran Polres Pacitan Perketat Perbatasan
2 min read
INTIPOS | Pacitan – Nampaknya, penyekatan jalur yang akan digunakan pemudik pada arus balik bukan hanya dilakukan di beberapa titik perbatasan saja, melainkan jalur-jalur tikus pun bakal dijaga ketat.
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibosono melalui Kasat Lantas AKP Budi Setyono, Ia berharap selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2021 yang berlangsung bisa maksimal dalam mengantisipasi arus mudik balik pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.
“Malam ini kita bersama TNI dan seluruh unsur terkait melakukan penyelatan secara ketat di sejumlah titik penyekatan di perbatasan antar provinsi, kami sudah all out (total). Baik personelnya, sarana prasarana, cara bertindak di lapangannya dan koordinasi dengan lintas sektoral telah di kordinasikan sehingga bisa untuk antisipasi lonjakan mudik balik dan wisatawan yang akan masuk ke Pacitan pasca hari raya dan liburan lebaran,”ujarnya kepada pewarta saat melakukan pengecekan di Pos Check Point Perbatasan Gelonggong Kecamatan Donorojo, Sabtu (15/05/2021) dini hari.
Terutama Lanjut Budi, Bagi pemudik yang akan kembali atau keluar dari pacitan serta dari luar pacitan akan dilakukan penjagaan secara ketat. Selama penjagaan tersebut merupakan bentuk antisipasi untuk memeriksa kelengkapan dokumen para pengendara yang akan kembali ke tempat asal serta yang masuk kepacitan.
“Karena Kabupaten tetangga tidak melaksanakan penyelatan, maka kita lebih perketat bagi masyarakat yang akan masuk ke pacitan, apa lagi di musim liburan sehabis lebaran, semua sudah diantisipasi oleh oersonil yang ada di perbatasan,”tegasnya.
Ia mengingatkan bagi masyarakat yang akan berniat pergi kembali dari Pacitan atau ingin pergi ke luar kota harus melengkapi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh satuan tugas Covid-19.
“Saya sampaikan kepada masyarakat agar memenuhi persyaratan yang telah di tentukan pemerintah yaitu membawa dokumen serta bebas covis 19, jika ingin melintas perbatasan, dan di setiap pos juga sudah siapkan test covid bagi masyarakat yang akan masuk atau keluar Pacitan,”jelasnya.
“Karena untuk Operasi Ketupat Semeru 2021 adalah operasi kemanusiaan. Tindakan di lapangan adalah persuasif humanis. Bagi pemudik yang masuk atau keluar harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh adendum Satgas Covid-19,”imbuhnya.
Risiko penyebaran Covid-19 pasca Hari Raya dan libur lebaran tidak dapat hanya dibebankan ke jajaran kepolisian dan unsur terkait yang melakukan penjagaan.
“Kesadaran masyarakat dibutuhkan di dalam menangani covid ini. Jadi dalam masa liburan ini tetap protokol kesehatan diutamakan. Ada tiga hal. Yang pertama adalah petugas. Yang kedua, pengelola tempat wisata maupun wisata religi, dan pasar, lalu yang ketiga masyarakat itu sendiri,”tambahnya
Ini menjadi bagian penting di dalam penanganan Prokes. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting, atau bagian utama, tentu bersama-sama dengan petugas maupun pengelola tempat.
“Mari jaga diri, jaga masyarakat dan jaga negara terkait dengan protes ini. Mudah-mudahan Pacitan aman,”tandasnya.(tyo)
