Gubsu Yakinkan 3M “Obat” Paling Manjur Cegah Covid 19
3 min read
INTIPOS | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meyakinkan masyarakat 3M merupakan “obat” paling manjur mencegah penularan Covid 19. Karenanya, libur panjang akhir tahun ini tetaplah terapkan 3M tersebut.
“Libur panjang ini, saya imbau masyarakat untuk tetap menerapkan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Sebab ini obat yang paling manjur untuk Covid19, menjaga kesehatan juga akan berimplikasi dengan ekonomi,” kata Gubernur di Medan, Rabu (23/12/20).
Plt Walikota Medan H Akhyar Nasution MSi juga sejalan dengan Gubsu tentang komitmen 3M dan protokol kesehatan (prokes) ini. Bahkan beliau mengimbau seluruh pelaku usaha terutama tempat hiburan malam, hotel dan pusat perbelanjaan mulai 24- 31 Desember membatasi kegiatan usaha hingga pukul 21.00 WIB.
“Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan yang rentan memicu terjadinya penularan Covid-19 di tengah masyarakat. Sebab, pada tanggal tersebut, merupakan hari libur panjang untuk menyambut Hari Natal dan Tahun Baru 2021 sehingga dikhawatirkan terjadinya kerumunan,” ujarnya.
Lebih lanjut Gubsu tentang suasana menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru berharap dengan basis disiplin 3M dab perubahan perilaku sesuai prokes maka perekonomian bergerak dan kegiatan usaha masyarakat berjalan baik.
baca juga : Penerapan Prokes Dan 3 M secara Ketat, Objek Wisata Beiji Park Tetap Buka Di Liburan Akhir Tahun
Saat meninjau pergerakan ekonomi riel masyarakat di Pasar Petisah Jalan Kota Baru,Medan Rabu (23/12) Gubsu berkesimpulan dengan 3M dan prokes secara umum pergerakan sektor riel berjalan dan harga bahan pokok di Pasar Petisah relatif stabil, meski ada beberapa bahan pokok yang harganya sedikit naik.
Menurut Gubernur, stok bahan pangan menjelang Nataru saat ini kondisinya aman. Karena itu diharapkan tidak terjadi lonjakan harga para Nataru kali ini.
“Saya berharap ini tidak terjadi lonjakan (harga). Saya lihat pasar berjalan dengan baik, semuanya aman, logistik kita aman selama tidak ada yang urgent, rakyat tenang belanja seperti biasa,” kata Edy Rahmayadi.
Mengenai penurunan pembeli di pasar, menurut Edy, hal tersebut diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berupaya sedang memulihkan perekonomian Sumut, antara lain dengan mempercepat penyerapan APBD.
“Untuk mempercepat penyerapan APBD, saya sudah menginstruksikan Januari sudah harus melaksanakan tender sehingga penyerapan itu akan berpengaruh positif terhadap ekonomi, rakyat di daerah,” ujar Edy.
baca juga : https://siberindo.co/24/12/2020/hendropriyono-jokowi-mengeliminasi-barisan-sakit-hati/
Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan penularan Covid-9 pada Nataru, Gubernur juga mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Sebab penurunan angka penularan Covid-19 berpengaruh terhadap perekonomian juga.
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut juga telah mengantisipasi kenaikan angka Covid-19. Gubernur Sumut yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut telah mengeluarkan aturan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri yang memasuki Wilayah Provinsi Sumut, wajib menunjukkan hasil PCR atau Rapid Test Antigen dengan masa berlaku 14 hari.
“Libur panjang ini, saya imbau masyarakat untuk menerapkan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Sebab ini obat yang paling manjur untuk Covid19, menjaga kesehatan juga akan berimplikasi dengan ekonomi,” kata Gubernur.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut Dahler menyampaikan terjadinya kenaikan harga komoditas disebabkan oleh meningkatnya permintaan. Contohnya cabai merah yang dikirim ke provinsi lain. Meski begitu, stok komoditas pertanian di Sumut secara umum mencukupi.
“Stok kita cukup. Karena mungkin permintaan, saya lihat ada cabai kita yang berangkat ke provinsi lain. Harga masih dalam batas normal,” ujar Dahler. (intipos/red)
