Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Kadis Pendidikan Siantar Disebut Terindikasi Pungli Dana Bos

2 min read
Kadis Pendidikan Siantar Disebut Terindikasi Pungli Dana Bos

Kadis Pendidikan Siantar Disebut Terindikasi Pungli Dana Bos

Pematang Siantar | Intipos.com – Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar disebut terindikasi melakukan Pungutan Liar (Pungli) Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di setiap SMP dan SD Negeri di Kota Pematang Siantar.

Informasi yang diperoleh intipos.com dari seorang narasumber, para kepala sekolah dikabarkan dimintai setoran dana BOS melalui orang suruhan yang dipercayai oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar.

“Informasi yang kami terima setiap kepala sekolah dikutip setoran dana bosnya. Dikabarkan yang mengutip orang kepercayaan yaitu Kabid di dinas pendidikan,” ujar narasumber seraya memperlihatkan isi percakapan dalam grup whatsapp, Senin (10/4/2023) sekitar Jam 15.30 WIB.

“Berita terbaru … Kepala Dinas Pendidikan Pematang Siantar melakukan Pungli … terhadap para Kepsek SMP dan SD Negeri dengan alasan utk biaya pemeriksaan dan pelantikan dimana setiap kepsek tingkat SMP harus setor 60.000 per siswa dan SD 50.000 per siswa … saat ini yg setor masih tingkat SMP padahal belum semua sekolah yang cair dana BOS nya untuk tahun 2023 ini .. ” jadi Pusing kami … kata salah satu kepsek yg (tidak mau disebut namanya) mungkin kepala dinas sekarang sudah biasa melakukan ini karena beliau mantan ketua  MKKS SMA / SMK kota Siantar … padahal seharusnya dana BOS di gunakan utk Operasional Sekolah .. jadi jumlah siswa SMP Negeri 13.000 siswa maka X 60.000..,” bunyi isi pesan yang tertulis dalam grup whatsapp itu.

Baca Juga  Satnarkoba Polrestabes Medan Gelar Pra Rekontruksi THM Jual Narkoba

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar, Barmen Manurung ketika dijumpai di kantornya mengaku tidak pernah melakukan pengutipan setoran dana BOS di setiap sekolah.

“Tidak benar itu, sementara 39 SD Negeri saja sampai saat ini belum terima dana BOS. Tapi banyak juga itu kalau dikumpul-kumpul (Pungli) bisa juga aku langsung pensiun,” tegas Mantan Kepala Sekolah itu kepada Intipos.com, Selasa (11/4/2023) sekitar Jam 11.00 WIB.

Menurutnya, tudingan yang termaktub dalam pesan whatsapp terhadap dirinya tidak berdasar lantaran sampai saat ini dana BOS tersebut belum semuanya dicairkan dan baru beberapa saja yang sudah terealisasi.

“Apalah yang harus ku jawab, kan perlu juga saya tau siapa yang menuduh itu biar dijumpakan langsung, perlu juga kita tau logika berfikirnya, sementara mereka dilantik bulan januari kemarin kenapa baru sekarang terbukanya,” katanya.

Baca Juga  Bupati Taufik Terima Audiensi Pengurus Forwaka Asahan, Tegaskan Komitmen Sinergi Membangun Daerah

Hal senada juga dikatakan Simon Trimanto Tarigan selaku Kabid Anak Usia Dini Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan Kota Siantar, dirinya juga membantah soal tudingan pengutipan dana BOS dari setiap sekolah.

“Tidak benar tuduhan itu, sementara dana BOS belum keluar semua. Baru sebagian keluar dan kita akan usahakan dalam minggu ini agar semua keluar,” bantah Simon saat ditemui di Kantor Kepala Sekolah SMPN 1 Siantar yang berlokasi di Jalan Merdeka, Pematang Siantar, pada Selasa (11/4/2023) sekira Jam 12.00 WIB.

Kemudian, Simon sangat menyayangkan tuduhan yang ditujukan kepada dirinya yang disebut sebagai ‘pengutip’ setoran dana BOS dari setiap sekolah.

“Sakitnya di fitnah begini. Kalau benar tidak masalah, ini yang gak benar pulak. Kami pun lagi berusaha agar tahap penyaluran dari pusat ke sekolah-sekolah segera dicairkan,” pungkas Simon kepada Intipos.com. (ARV)