Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Istighotsah Dan Doa Bersama Warnai Hari Santri Nasional Di Kabupaten Pacitan

2 min read
Hari Santri Nasional

INTIPOS | PACITAN – Setiap tanggal 22 Oktober secara resmi diperingati sebagai hari Santri Nasional. Namun di tahun 2020 ini peringatan hari santri digelar berbeda, Karena masih diselimuti suasana pandemi.

Di Kota berjuluk 1001 Goa Peringatan hari santri di isi dengan mengelar istighotsah dan doa bersama. Kegiatan tersebut dilakasanakan di gedung STAINU Pacitan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Pacitan, Ia mengaku bangga karena meskipun dilakasanakan sederhana pada Hari Santri Nasional tersebut, pelaksanaan istighotsah dan doa bersama berlangsung khidmat. Ditengah pandemi yang masih melanda, dengan tidak menghadirkan banyak masa.

baca juga : Saat Masuk di Desa Kertoraharjo, Gubernur Merasa Berada di Bali

“Di Hari Santri Kali ini walau di gelar sederhana namun penuh khidmat, saya bangga ternyata protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik,”ujat Indartato, Kamis (22/10/2020).

Selanjutnya Pak In sapaan akrab orang nomor satu di lingkup Pemkab tersebut memberi ucapan selamat hari santri serta mengajak seluruh umat Islam untuk patuh dan melaksanakan ajaran para kyai agar tercipta rasa adem dan tentrem.

“Mari semua lapisan masyarakat Pacitan bersama-sama bermunajat dan berdoa kepada Allah SWT agar Kabupaten Pacitan segera terbebas dari bencana khususnya wabah Corona,”ucap Bupati.

baca juga : https://siberindo.co/11/09/2020/tahun-ini-asesmen-kompetensi-guru-madrasah-diterapkan/

Sementara itu ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pacitan, KH. Mahmud mengatakan, Semua rangkaian kegiatan peringatan hari santri di Pacitan dilaksanakan dengan virtual. Masyarakat dapat mengikuti dari rumah agar protokol kesehatan tetap terjaga.

“Tahun ini semua kegiatan hari santri di masa pandemi dilaksanakan secara virtual, hal ini di lakukan untuk menekan penyebaran covid 19 di Kabupaten Pacitan,”tandasnya.

Hadir dalam kegiatan istighotsah dan doa bersama, Para kyai, Ulama, Forkopimda, Sekda Pacitan, perwakilan tokoh masyarakat, dan badan organisasi NU.(tyo)