Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Wartawan Non Pokja Sesalkan Kapolres Langkat Terkesan Pilih Kasih

3 min read

 

Langkat || Intipos.com __ Jajaran wartawan non unit sesalkan sikap Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas Totok, SH, SIK, yang terkesan bersikap pilih kasih menyikapi peran dan kinerja pewarta Kelompok Kerja (Pokja) Polres Langkat.

Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Ketua Aliansi Jurnalis Siber (AJS) Kabupaten Langkat, Dicky Suhendro, di hadapan rekan-rekan media non Pokja di Stabat, Rabu (16/02/2022).

Menurut Dicky, informasi yang disampaikan Ketua PWI Langkat, Darwis Sinulingga, pasca digelarnya pelantikan Unit Pokja Polres Langkat beberapa waktu lalu mengatakan bahwa wartawan unit Pokja Polres Langkat dinilai lebih profesional dan bukan wartawan abal-abal.

“Nah, ini yang kami anggap sangat-sangat mengganggu karena dinilai pernyataan ini menyinggung perasaan rekan-rekan wartawan lainnya. Apalagi saat ini organisasi kewartawanan bukan hanya PWI, tapi sejak era reformasi sudah banyak organisasi wartawan yang juga berbadan hukum berdiri meramaikan dunia publikasi. Karena, definisi profesional itu bukan hanya dimiliki oleh wartawan unit Pokja yang seluruhnya bernaung di PWI Cabang Langkat. Wartawan profesional itu berarti setiap saat melakukan aktifitas jurnalistik secara rutin. Bekerja mencari, mengumpulkan dan menyampaikan informasi melalui tulisan (karya jurnalistik) ke media yang bersangkutan, baik media online, cetak atau elektronik, sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang diatur dalam UU Pers No.40 Tahun 1999,” ujarnya.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadiri Malam Takbiran Idul Adha

Saat ini, lanjut Dicky, setiap ada pemaparan hasil tangkapan tindakkan kriminalitas yang dilakukan Polres Langkat, terkesan hanya mengutakamakan unit Pokja. “Semua profesi wartawan Indonesia, berhak mendapat, mencari, mengumpulkan dan menyiarkan informasi apa pun untuk disampaikan ke masyarakat. Bukan hanya wartawan Pokja,” terangnya.

Pernyataan Dicky tersebut dibenarkan rekan wartawan lainnya, Reza Pahlevi. Wartawan dari media Berita Nasional, ini menjelaskan bahwa tugas profesi wartawan itu sama.

“Sama-sama mencari berita, membuat berita dan mengirimkan berita yang ke media masing-masing untuk dijadikan karya jurnistik agar dibaca seluruh lapisan masyarakat. Namun, ada orang yang mengaku wartawan setiap hari mencari berita tapi tidak pernah dibuat beritanya. Ada juga yang setiap hari membuat berita, tapi tidak pernah mengirimkan karya tulisnya sendiri ke media yang bersangkutan. Nah, oknum wartawan seperti ini lah yang bisa disebut tidak profesional. Gak ada sejarahnya wartawan pokja hanya dikhususkan untuk satu organisasi kewartawanan,” ujar Reza yang diamini rekan wartawan lainnya.

Menurut Reza, jika Kapolres Langkar terlalu menuruti pendapat oknum-oknum wartawan yang mengaku lebih profesional hanya di organisasi PWI Cab Langkat, berarti Kapolres ikut menganggap wartawan yang bernaung di organisasi wartawan lain, tidak profesional.

Baca Juga  Hasyim Hadiri Safari Bersama Wali Kota Medan

“Ini bisa disebut Kapolres Langkat sudah terkontaminasi ke dalam pelecehan profesi kewartawanan. Seharusnya Kapolres Langkat lebih bijak dan tidak hanya mendengarkan informasi picik yang disampaikan segelintir oknum pengurus PWI Cab.Langkat yang sepertinya bermaksud untuk mendiskreditkan profesi wartawan lainnya dan memonopoli informasi dari Polres Langkat,” tandasnya.

Sebelum menutup pernyataannya, Dicky menyampaikan harapannya, semoga Kapolres Langkat lebih bijak dan adil dalam menentukan sikap. “Jadi Kapolres dan jajarannya bisa mengambil sikap wartawan mana yang layak mendapatkan informasi perihal konferensi pers maupun kegiatan lainnya di dalam tubuh institusinya demi menciptakan harmonisasi antar pihak Polres Langkat dengan wartawan aktif yang tak tergabung dalam Pokja.

Sementara itu, Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas Totok, SH, SIK, melalui Kasubbag Humas, AKP Joko Sumpeno, saat dikonfirmasi adanya sikap pilih kasih antara wartawan Pokja Unit Polres dengan wartawan non Pokja, mengaku bingung untuk memyampaikan seperti apa. Begitu juga ketika disinggung adanya perbedaan pembagian uang yang diduga bersumber dari kegiatan perjudian, Joko mengaku tidak mengetahui adanya pembagian “jatah” kepada wartawan. “Tolong jangan sampai diberitakanlah. Lebih baik tanyakan langsung kepada yang bersangkutan,” ujarnya. (Ay29)