Darurat Narkoba, Pemprovsu Anggarkan Rp 2 M untuk P4GN.
2 min read
Medan || Intipos.com – Anggota Komisi A DPRD Sumut mengapresiasi Pemprov Sumut yang telah menganggarkan Rp 2 miliar untuk Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut.
Hal itu dikatakan H Subandi dalam pemaparannya sebagai narasumber pada acara Sosialisasi Bahaya Narkoba di Mercure Hotel Medan, Sabtu (18/12) yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut.
Adapun peserta adalah para perwakilan MUI Sumut, Tokoh Masyarakat, FKUB, para ulama, Forum Pelestarian Budaya, Media Cetak dan Elektronik serta ormas.DPRD Sumut mendukung anggaran yang diberikan kepada BNN, sebab hal itu baik untuk menyelamatkan generasi bangsa ke depan.
“Pemprov mengganggarakan Rp 2 miliar untuk BNN yaitu P4GN dan akan membangun panti rehabilitas di Sumut yang selama ini belum memiliki panti rehabilitasi,” katanya.
Dia mengatakan, saat ini Sumut sudah darurat narkoba dan bahakan menjadi nomor 1 penyalah gunaan terbanyak di Indonesia.
“Kita memang sangat miris karena sebagai ibu kota Provinsi Sumut Kota Medan belum memiliki BNN-nya. Untuk itu kita minta kepada Pemko Medan agar segera membentuk BNN untuk menyelamatkan generasi muda,” ucapnya.
Atas kinerja Kapolda Sumut katanya, dia juga mengapresiasi sebab begitu peduli dengan pemberantasan narkoba di Sumut, tanpa pandang bulu. Baik anggota polisi dan pelaku narkoba semua dilibas kalau terbukti terlibat.
“Hal itu menunjukkan bahwa Kapolda sangat ingin Sumut bebas dari narkoba,” imbuhnya.
Lebih lanjut kata Subandi, bahwa saat ini sebagaimana informasi bahwa tidak ada satu desa di Sumut yang bersih dari peredaran narkoba.
Oleh karena itu dengan anggaran penanganan narkoba itu, semoga bisa mengurangi narkoba di Sumut. Tidak hanya itu peran serta masyarakat dan media sangat dibutuhkan untuk membantu menurunkan kasus yang sudah luar biasa di Sumut.
Sementara dr Lania Lubis dari BNN Provsu dalam paparannya mengatakan, jalur peredaran narkoba 80 persen lewat laut. Apalagi pemakai narkoba tidak pandang umur, semua umur produktif bisa kena narkoba, makanya tinggal memberikan pemahaman kepada keluarga dan masyarakat.
Lebih lanjut dia mengatakan dampak narkoba ada langsung dan tidak langsung. Seperti dampak langsung kejiwaan, menyebabkan depresi mental, gangguan jiwa berat, bunuh diri dan melakukan tindak kejahatan. Dampak untuk tubuh gangguan jantung, otak, kulit, tulang, pembuluh darah, paru-paru, sistem saraf dan pencernaan dan lain-lain.
Begitu juga untuk dampak tindak langsung, keluar banyak uang, dikucilkan masyarakat, keluarga, hilangnya kesempatan studi, tidak dipercaya dan lainnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Sosialisasi Bahaya Narkoba Kesbangpol Sumut Zulham Efendi Siregar mengatakan sosialisasi bahaya narkoba dilaksanakan untuk menyatukan persepsi agar kita dapat mencegah bahaya narkoba.
Untuk itu dia memohon kepada peserta yang hadir agar dapat mensosialisasikan bahaya narkoba di masyarakat, sehingga bisa mengurangi pemakaian narkoba di masyarakat. Apalagi penanganan narkoba bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun seluruh masyarakat dan tokoh masyarakat punya peran untuk memberantas narkoba di Sumut. (Zul)
