Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Dilarikan ke Rumah Sakit
2 min read
Asahan, Intipos.com – Diduga Keracunan MBG Puluhan pelajar MTs Negeri 2 Kisaran terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan usai mengeluhkan sakit perut, pusing, mual, hingga muntah. Senin (14 September 2026).
Kondisi medis tersebut diduga dipicu akibat mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah. Kejadian ini berdampak pada sekitar 30 siswa.
Sebanyak 13 anak di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD H. Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran.
Sementara itu, belasan pelajar lainnya dibawa ke RS Wirahusada dan Klinik Rumkitban 01.08.01 Kisaran.
Staf Tata Usaha MTsN 2 Kisaran, Rahmat Setiadi, menceritakan kronologi pembagian makanan yang berisi nasi, ayam rendang, tempe sambal, dan acar timun tersebut.
“Kejadiannya kami bagi MBG tadi sekitar jam 11.30 WIB. Setelah kami bagi, sekitar setengah jam atau satu jam lah, anak-anak mulai mual dan muntah-muntah. Ada 20-an orang yang kena di awal,” ungkap Rahmat saat mendampingi siswa di RSUD HAMS Kisaran.
Rahmat juga membeberkan dugaan asal pasokan hidangan yang dibagikan kepada para siswa tersebut.
“Kalau tidak salah, Pak, dapur-dapur pengelola MBG ini dari pihak Polres (Asahan),” ujarnya.
Dugaan kelayakan makanan yang bermasalah semakin menguat ketika guru piket mendapati aroma tak sedap dari makanan.
“Beberapa guru yang ikut makan kasih tahu ke saya karena saya piket hari ini. Begitu dicium, ‘kok bau’. Begitu ada laporan dari petugas MBG dan dewan guru, Kepala Madrasah langsung mengumumkan melalui pengeras suara agar makanan jangan dikonsumsi lagi,” tegas Rahmat.
Ia menambahkan bahwa program makanan bergizi gratis (MBG)di sekolahnya sudah berjalan lumayan lama tanpa kendala sebelumnya.
“Sebelumnya tidak pernah ada kejadian, baru ini kejadian,” tambahnya.
Di sisi lain, Plt Direktur RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran, dr. Eka Wildasari, membenarkan adanya penanganan medis terhadap para siswa.
“Awalnya ada 12 pasien masuk, lalu bertambah satu lagi jadi 13 orang. Gejalanya mual, muntah, dan sakit perut. Semua pasien kita observasi dan kita rawat inap supaya gampang memantau kondisi mereka,” jelas dr. Eka.
Namun, dr. Eka enggan berspekulasi mengenai penyebab utama dari gangguan kesehatan yang dialami para pelajar tersebut.
“Saya tidak berani bilang bahwasanya itu keracunan makanan, masih kita duga. Sejauh ini kondisi 13 siswa itu baik dan stabil,” terangnya.
Saat ditanya mengenai uji laboratorium terhadap sampel makanan tersebut, dr. Eka menyatakan bahwa hal itu berada di luar kewenangannya.
“Untuk sampel makanan, itu bukan koordinasi kami untuk menjelaskannya. Mungkin nanti ada pihak yang lebih paham untuk menjelaskan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mengusut penyebab pasti insiden tersebut. (Amy Sinaga)
