10 Agustus 2026

Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Bapperida Sumut: Bobby Berkantor di Nias untuk Percepat Pemerataan Pembangunan

2 min read

MEDAN | Intipos.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Dikky Anugerah, S.Sos., M.SP, menegaskan bahwa langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang berulang kali berkantor di Kepulauan Nias merupakan bagian dari strategi mempercepat pemerataan pembangunan sejak awal masa pemerintahan.

 

Menjawab pertanyaan wartawan di Medan, Minggu (9/8/2026), Dikky mengatakan pembangunan Sumatera Utara ke depan tidak hanya berorientasi memperkuat kawasan yang telah berkembang, tetapi juga mempercepat pertumbuhan wilayah yang selama ini menghadapi tantangan pembangunan.

 

“Pembangunan Sumatera Utara harus menjaga keseimbangan antara memperkuat pusat pertumbuhan yang sudah maju dan mempercepat wilayah yang masih membutuhkan percepatan pembangunan. Mebidang dan Pantai Timur tetap menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi, tetapi pada saat yang sama Kepulauan Nias perlu didorong menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah barat Sumatera Utara,” ujarnya.

 

Menurut Dikky, kesenjangan pembangunan tidak dapat diperkecil dengan pola pembangunan yang berjalan seperti biasa. Karakteristik Kepulauan Nias sebagai wilayah kepulauan, keterbatasan konektivitas dan infrastruktur, tingginya biaya logistik, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif memerlukan intervensi yang terintegrasi sejak awal periode pemerintahan.

Baca Juga  Gubernur Bobby Nasution Minta Kepala Daerah se-Kepulauan Nias Percepat Usulan BKP 2027

 

Karena itu, kata dia, percepatan pembangunan Kepulauan Nias menjadi salah satu agenda strategis Gubernur Bobby Nasution. Prioritas yang dijalankan meliputi peningkatan konektivitas, pembangunan infrastruktur dasar, penguatan pusat ekonomi dan logistik, pengembangan pariwisata, serta hilirisasi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Nias.

 

Dikky menjelaskan, pembangunan di Kepulauan Nias juga dirancang dalam satu kesatuan kawasan. Kota Gunungsitoli diproyeksikan sebagai pusat ekonomi, perdagangan, jasa, dan logistik. Sementara Kabupaten Nias Selatan diarahkan menjadi pusat pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Adapun Kabupaten Nias, Nias Barat, dan Nias Utara diperkuat sebagai kawasan produksi dan pengolahan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta kelautan.

 

“Tujuan akhirnya adalah agar Nias mampu mengelola dan mengembangkan ekonominya sendiri. Hasil produksi masyarakat diolah di Nias, lapangan kerja tercipta di Nias, investasi tumbuh di Nias, dan nilai tambah ekonomi tidak terus mengalir keluar wilayah,” katanya.

Baca Juga  Sisa Makanan Jadi Pakan Ternak, Wabup Asahan Apresiasi Inovasi Mahasiswa KKN UGM

 

Ia menegaskan, percepatan pembangunan Kepulauan Nias bukan berarti mengurangi perhatian terhadap kawasan Mebidang maupun Pantai Timur yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.

 

“Yang dibangun adalah keseimbangan pertumbuhan. Mebidang tetap diperkuat sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi, sementara Kepulauan Nias dipercepat sebagai lokomotif pemerataan pembangunan,” ujar Dikky.

 

Menurutnya, semakin cepat pembangunan Kepulauan Nias dimulai, semakin besar peluang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkecil kesenjangan pembangunan antardaerah dalam satu periode pemerintahan.

 

“Harapannya, Sumatera Utara tidak hanya tumbuh lebih tinggi, tetapi juga tumbuh lebih merata dan inklusif,” katanya.

 

Pernyataan tersebut sekaligus memberikan penjelasan mengenai alasan Gubernur Bobby Nasution beberapa kali memilih berkantor di Kepulauan Nias. Kehadiran langsung gubernur di wilayah kepulauan itu merupakan bagian dari upaya memastikan program percepatan pembangunan berjalan sesuai arah kebijakan yang telah dirancang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (01)