Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Bobby Nasution Puas, Koordinasi Ketenagakerjaan Sumut Solid di Bawah Fasilitasi Kadisnaker Yuliani Siregar

2 min read


Medan | Intipos.com
— Riuh tepuk tangan buruh memecah suasana Gedung Serbaguna Medan, Jumat (1/5/26) pagi itu. Spanduk-spanduk peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day terpasang rapi, sementara ribuan pekerja dari berbagai serikat tampak hadir.

 

Di tengah suasana yang kondusif itu, Gubernur  Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan sesuatu yang berbeda: rasa puas.

 

“Terima kasih kepada seluruh komponen buruh di Sumatera Utara. Hari ini kita lihat suasana yang kooperatif, kolaboratif, dan koordinatif,” ujar Bobby kepada wartawan usai menghadiri peringatan May Day di gedung tersebut.

 

Bagi Bobby, perubahan atmosfer hubungan industrial di Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir bukanlah kebetulan.

 

Ia menilai komunikasi antara pemerintah, buruh, dan pengusaha kini berjalan lebih terbuka dan terintegrasi. Salah satu faktor pentingnya adalah peran fasilitasi yang dijalankan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara.

 

“Komunikasi kita dengan buruh berjalan cukup solid. Semua kebijakan ketenagakerjaan yang kita ambil, itu hasil dialog, hasil mendengar aspirasi,” katanya.

Baca Juga  Pelaku Pencurian Kayu Dirumah Kosong Berhasil Diamankan Polsek Tanjung Pura

 

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Dalam setahun terakhir, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tercatat aktif membuka ruang dialog dengan serikat buruh dan pelaku usaha. Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026, misalnya, menjadi contoh konkret bagaimana proses negosiasi dilakukan melalui diskusi yang intensif dan berulang.

 

Bobby mengakui, pertemuan dengan buruh bukan hanya dilakukan dalam forum formal, tetapi juga melalui berbagai kesempatan yang difasilitasi oleh Dinas Ketenagakerjaan.

..

“Teman-teman pers juga tahu, kita sudah sering bertemu dan berdialog dengan buruh. Disnaker juga rutin memfasilitasi itu,” ujarnya.

 

Di titik inilah peran Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut Yuliani Siregar menjadi penting. Di bawah kepemimpinannya, Disnaker tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan menjadi simpul komunikasi yang menjembatani kepentingan buruh, pengusaha, dan pemerintah daerah.

 

Forum-forum dialog yang digelar mampu meredam potensi gesekan sekaligus membangun kepercayaan.

 

Secara lebih luas, kondisi ini mencerminkan pergeseran pendekatan dalam pengelolaan hubungan industrial di daerah.

Baca Juga  Gubernur Sumut Tetapkan Juknis SPMB 2026/2027, Prioritaskan Transparansi dan Akses Berkeadilan

 

Relasi antara buruh dan pemerintah kini bergerak ke arah kemitraan. Kolaborasi menjadi kata kunci, sementara konflik ditekan melalui komunikasi yang intensif.

 

Bobby berharap kondisi kondusif ini dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

 

Menurutnya, stabilitas hubungan industrial sangat menentukan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. “Ke depan, kita ingin ini terus kita jaga, baik dari sisi ketenagakerjaan maupun iklim berusaha. Ujungnya tentu pada suasana ekonomi yang kondusif,” katanya.

 

Peringatan May Day tahun ini, dengan demikian, bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi penanda bahwa hubungan antara pemerintah, buruh, dan dunia usaha di Sumatera Utara tengah berada pada jalur yang lebih konstruktif. Dan di balik itu, ada kerja koordinasi yang tidak selalu terlihat, tetapi terasa dampaknya—sebuah orkestrasi yang dijalankan melalui kepemimpinan dan fasilitasi yang solid. (*Zulfikar Tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)*